JAKARTA, KOMPAS.com — Para produsen barang-barang elektronik lokal bakal mendapat rezeki ekstra tahun ini. Departemen Perindustrian (Depperin) memperkirakan, penerapan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2/2009 tentang Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) bisa memberi sumbangan omzet sebesar Rp 2 triliun bagi penjualan elektronik lokal tahun ini.
Direktur Industri Elektronik Direktorat Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Syarif Hidayat mengatakan, penerbitan Inpres P3DN itu bertujuan membantu industri nasional, salah satunya produsen produk elektronik. "Kami mendorong pasar domestik lewat kebijakan P3DN dan pengawalan impor," ujarnya, pekan lalu.
Produsen elektronik lokal memang mengaku sangat menanti dampak Inpres ini. Contohnya PT Hartono Istana Teknologi (HIT) selaku produsen barang elektronik dengan merek Polytron. "Jika kebijakan ini jadi, akan sangat baik buat kami," kata Manajer Produk Departemen Pemasaran HIT Handojo Soetanto.
Saat ini produsen elektronik di dalam negeri mencapai 233 perusahaan. Tahun lalu nilai penjualan produk elektronik nasional mencapai Rp 18 triliun. Dari total penjualan itu, produk lokal baru menguasai 60 persen, sedangkan sisanya masih dikuasai produk impor.
Produk lokal yang berpeluang terserap adalah televisi. Sebab, banyak instansi pemerintah membutuhkan televisi untuk menunjang kegiatan operasional.
Electronik Marketer Club memperkirakan, penjualan produk elektronik tahun ini bakal naik 5 persen-10 persen dari pencapaian pada tahun lalu.
Depperin sendiri justru telah mengoreksi target pertumbuhan industri elektronik pada tahun ini, dari 10,9 persen menjadi hanya 7,5 persen. Pemicunya tak lain adalah krisis ekonomi global. "Melihat perkembangan dalam dua bulan terakhir tahun ini, pertumbuhan diperkirakan akan lebih sedikit dari target awal," kata Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika Depperin Budi Darmadi.
Namun, manajemen HIT tetap yakin, pasar elektronik akan membaik. Sebab, harga komoditas makin membaik dan kondisi ini akan membuat daya beli masyarakat pulih. (Nurmayanti/Kontan)