Murray, Raja di Miami

Kompas.com - 06/04/2009, 09:17 WIB

MIAMI, Kompas.com - Andy Murray meraih gelar ATP ketiganya tahun ini dengan mengalahkan Novak Djokovic 6-2 7-5 di Florida selatan, yang panas, Minggu, untuk menjuarai Sony Ericsson Terbuka.
   
Petenis asal Skotlandia ini bermain lugas dengan variasi pukulan serangan berpadu dengan pertahanannya yang mengesankan seperti biasanya,  unggul secara keseluruhan kecuali pada awal set kedua.

Setelah mendominasi set pertama, Murray bangkit dari ketinggalan 2-5 pada set kedua. Momen menentukan terjadi ketika ia mematahkan servis Djokovic pada game kesembilan yang diwarnai "challenge" (meminta tayangan ulang) setelah petenis Serbia itu menyia-nyiakan dua set poin.

Saat break point, pukulan Djokovic dinyatakan keluar dan meskipun ia melakukan "challenge" terhadap keputusan itu, namun itu menguatkan keputusan tersebut, sehingga membuat Murray menyamakan kedudukan dengan menahan servis pada game berikutnya.
   
Petenis Skotlandia itu kemudian bangkit dari ketinggalan 0-30 saat Djokovic melakukan servis untuk kembali mematahkannya, sedikit mendapat keberuntungan ketika pengembalian bolanya mengenai bagian atas net dan pukulan Djokovic melebar.

Murray, peringkat empat dunia, tinggal melakukan servis untuk menyudahi pertandingan dan merebut kemenangan seri Masters ketiganya dan gelar ke-11 dalam Tur ATP.

Turnamen Miami merayakan ulang tahun ke-25 namun tidak ada petenis Inggris yang sebelumnya berhasil menang dalam turnamen di Key Biscayne itu.
   
Panas
Pertandingan itu digelar di tempat yang panasnya laksana oven pada awal siang dan Djokovic --yang punya sejarah susah payah dalam suhu tinggi, mundur dari Australia Terbuka Januari lalu-- harus memanggil pelatihnya setelah game pertama set kedua.

Petenis nomor tiga dunia itu telah melakukan serangkaian pengembalian yang ceroboh pada set pertama dan mengakui ia jauh di bawah permainan terbaiknya. "Saya rasa, saya musuh terbesar diri saya sendiri. Saya susah payah lagi dan berusaha menyesuaikan diri dengan panas," katanya kepada wartawan.
   
"Tetapi saya benar-benar tidak sabar pada awalnya. Saya melakukan sejumlah besar kesalahan sendiri dan ia bermain sangat solid dan menunggu kesempatannya dan melakukan servis cukup baik, bergerak di lapangan dengan cukup baik," tambah Djokovic.
"Saya berhasil bangkit pada set kedua namun saya tidak bermain cerdas pada kedudukan 5-3. Saya punya dua set poin ... saya harus memanfaatkan dua peluang itu kemudian siapa tahu apa yang akan terjadi pada set ketiga."

Murray sekarang sudah mengalahkan Djokovic pada masing-masing dari tiga pertemuan terakhir mereka setelah kalah pada empat pertemuan pertama dan kemenangannya, yang terjadi setelah meraih tempat sebagai runners-up pada turnamen Indian Wells Masters, sehingga menggenapi bulan baik bagi petenis berusia 21 tahun itu.

"Saya memainkan set pertama dengan sangat baik dan kemudian Novak memanggil pelatih setelah saya mematahkan servisnya pada game pertama (set kedua)," katanya. "Kami istirahat sejenak dan kemudian ia mulai maju ke depan net untuk meraih 60, 70 persen poin. Saya mulai gagal memukul bola beberapa kali dan kehilangan ritme selama beberapa saat."
   
"Tetapi tentu saja saya berhasil menemukannya ketika itu dibutuhkan pada akhir set tersebut," katanya. "Kapan pun Kau memenangi turnamen tentu saja itu memberimu percaya diri. Seri Masters selalu (yang terbesar) setelah (grand) slam, itu turnamen yang sulit dimenangi."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau