MIAMI, Kompas.com - Andy Murray meraih gelar ATP ketiganya tahun ini dengan mengalahkan Novak Djokovic 6-2 7-5 di Florida selatan, yang panas, Minggu, untuk menjuarai Sony Ericsson Terbuka.
Petenis asal Skotlandia ini bermain lugas dengan variasi pukulan serangan berpadu dengan pertahanannya yang mengesankan seperti biasanya, unggul secara keseluruhan kecuali pada awal set kedua.
Setelah mendominasi set pertama, Murray bangkit dari ketinggalan 2-5 pada set kedua. Momen menentukan terjadi ketika ia mematahkan servis Djokovic pada game kesembilan yang diwarnai "challenge" (meminta tayangan ulang) setelah petenis Serbia itu menyia-nyiakan dua set poin.
Saat break point, pukulan Djokovic dinyatakan keluar dan meskipun ia melakukan "challenge" terhadap keputusan itu, namun itu menguatkan keputusan tersebut, sehingga membuat Murray menyamakan kedudukan dengan menahan servis pada game berikutnya.
Petenis Skotlandia itu kemudian bangkit dari ketinggalan 0-30 saat Djokovic melakukan servis untuk kembali mematahkannya, sedikit mendapat keberuntungan ketika pengembalian bolanya mengenai bagian atas net dan pukulan Djokovic melebar.
Murray, peringkat empat dunia, tinggal melakukan servis untuk menyudahi pertandingan dan merebut kemenangan seri Masters ketiganya dan gelar ke-11 dalam Tur ATP.
Turnamen Miami merayakan ulang tahun ke-25 namun tidak ada petenis Inggris yang sebelumnya berhasil menang dalam turnamen di Key Biscayne itu.
Panas
Pertandingan itu digelar di tempat yang panasnya laksana oven pada awal siang dan Djokovic --yang punya sejarah susah payah dalam suhu tinggi, mundur dari Australia Terbuka Januari lalu-- harus memanggil pelatihnya setelah game pertama set kedua.
Petenis nomor tiga dunia itu telah melakukan serangkaian pengembalian yang ceroboh pada set pertama dan mengakui ia jauh di bawah permainan terbaiknya. "Saya rasa, saya musuh terbesar diri saya sendiri. Saya susah payah lagi dan berusaha menyesuaikan diri dengan panas," katanya kepada wartawan.
"Tetapi saya benar-benar tidak sabar pada awalnya. Saya melakukan sejumlah besar kesalahan sendiri dan ia bermain sangat solid dan menunggu kesempatannya dan melakukan servis cukup baik, bergerak di lapangan dengan cukup baik," tambah Djokovic.
"Saya berhasil bangkit pada set kedua namun saya tidak bermain cerdas pada kedudukan 5-3. Saya punya dua set poin ... saya harus memanfaatkan dua peluang itu kemudian siapa tahu apa yang akan terjadi pada set ketiga."
Murray sekarang sudah mengalahkan Djokovic pada masing-masing dari tiga pertemuan terakhir mereka setelah kalah pada empat pertemuan pertama dan kemenangannya, yang terjadi setelah meraih tempat sebagai runners-up pada turnamen Indian Wells Masters, sehingga menggenapi bulan baik bagi petenis berusia 21 tahun itu.
"Saya memainkan set pertama dengan sangat baik dan kemudian Novak memanggil pelatih setelah saya mematahkan servisnya pada game pertama (set kedua)," katanya. "Kami istirahat sejenak dan kemudian ia mulai maju ke depan net untuk meraih 60, 70 persen poin. Saya mulai gagal memukul bola beberapa kali dan kehilangan ritme selama beberapa saat."
"Tetapi tentu saja saya berhasil menemukannya ketika itu dibutuhkan pada akhir set tersebut," katanya. "Kapan pun Kau memenangi turnamen tentu saja itu memberimu percaya diri. Seri Masters selalu (yang terbesar) setelah (grand) slam, itu turnamen yang sulit dimenangi."