COLOMBO, KOMPAS.com - Pertempuran sengit selama 3 hari di Sri Lanka timur laut menewaskan 420 gerilyawan Macan Tamil. Serangan yang digencarkan oleh pasukan Sri Lanka itu telah mengakibatkan gerilyawan Macan Tamil terdesak hingga ke sebuah zona "nontempur" yang menjadi lokasi bermukim puluhan ribu warga sipil.
Perkembangan ini diperkirakan akan mendorong keprihatinan baru masyarakat internasional terhadap keamanan warga sipil yang terperangkap dalam pertempuran di wilayah yang berukuran 20 kilometer persegi. "Macan Tamil saat ini terkurung di zona pesisir, " kata juru bicara militer Sri Lanka Udaya
Nanayakkara.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memperkirakan terdapat antara 150.000 hingga 190.000 penduduk yang terperangkap di zona tersebut dan puluhan di antaranya terancam kondisi keselamatannya setiap hari. Namun, pemerintah Sri Lanka menjelaskan lebih dari 23.000 warga sipil telah lolos dari wilayah itu bulan lalu dan 30.000 hingga 40.000 masih terperangkap di dalamnya.
"Zona nontempur" dideklarasikan oleh pemerintah Sri Lanka awal tahun ini sebagai sebuah tempat bagi warga sipil yang terperangkap di dalam pertempuran. Zona tersebut saat ini menjadi wilayah teritorial Macan Tamil yang tersisa dan dijadikan peralihan fokus bagi gerilyawan yang menargetkan serangan ke warga sipil yang mencoba melarikan diri.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang