Leonardo: Milan dan Dunga Kurang Komunikasi

Kompas.com - 07/04/2009, 02:34 WIB

MILAN, KOMPAS.com — Direktur Teknik AC Milan Leonardo menegaskan, tak ada masalah antara Milan dan pelatih timnas Brasil, Carlos Dunga, berkaitan dengan kondisi fisik Ricardo Kaka. Menurutnya, munculnya kesalahpahaman hanya akibat kurangnya komunikasi.

Masalah bermula ketika Kaka dipanggil timnas Brasil dalam keadaan belum pulih benar dari cedera kaki. Milan mengatakan, keputusan Dunga memainkan Kaka hanya akan mengganggu proses pemulihan. Dunga membalas tudingan itu dengan mengatakan, Milan tak becus merawat Kaka.

Mengenai itu, Leonardo membantah adanya permusuhan lebih dalam di antara keduanya. Mantan pemain Milan asal Brasil ini hanya mengatakan, friksi muncul karena kurangnya komunikasi kedua belah pihak.

"Masalah dengan Dunga? Tidak. Itu hanya tentang kurangnya komunikasi. Relasi kami dengan timnas Brasil sangat baik, selalu dan akan seperti itu," ujar Leonardo.

Selain itu, Leonardo juga membantah kabar soal kemungkinan ia menggantikan posisi pelatih Carlo Ancelotti. Kata Leonardo, ia tak akan mengambil pekerjaan Ancelotti karena ia sudah senang dengan tugasnya saat ini.

"Saya tak akan menggantikan Carlo Ancelotti karena saya sangat menyukai pekerjaan saya saat ini dan mewakili Milan. Saya baik-baik saja dengan Adriano Galliani (Wakil Presiden Milan) dan semua anggota klub," tandasnya. (GL)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau