Fokker 27 Masih Layak Operasi

Kompas.com - 07/04/2009, 14:06 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Pakar Penerbangan ITB, Mahardi Sadono, berpendapat bahwa pesawat terbang jenis Fokker-27 masih layak dioperasikan. Menurut Mahardi di Bandung, Selasa (7/4), selama perawatannya memadai, Fokker-27 layak terbang.

"Saya yakin perawatan Fokker-27 oleh TNI AU sudah sesuai standar perawatan di TNI," ujar Mahardi. Pesawat Fokker-27 yang jatuh di Lanud Husein Sastranegara Bandung diproduksi pada 1976.

Fokker-27 diproduksi perdana pada 1958 oleh pabrikan pesawat terbang asal Belanda, Fokker Aviatik GmbH. Pabrik pembuatan Fokker sudah bangkrut dan beralih menjadi Dutch Space.

Mahardi mengakui, jenis Fokker-27 merupakan pesawat usia tua. Namun, pesawat jenis Fokker-27 ini masih dipergunakan di berbagai negara, seperti di Afrika dan Amerika Latin.

Pesawat berbadan kecil seperti Fokker-27, kata Mahardi, memang rentan terhadap faktor cuaca. "Semakin kecil jenis pesawatnya, sangat rentan terhadap kondisi cuaca, terutama cross wind," tutur Mahardi.

Mahardi menduga, cross wind (angin samping) inilah yang menjadi penyebab jatuhnya Fokker-27 di Lanud Husein Sastranegara. Terlebih, ketika insiden terjadi, di sekitar Lanud Husein Sastranegara turun hujan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau