YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Dwi Lestari, istri Pratu Didik Kurniawan, salah seorang korban kecelakaan pesawat Fokker 27 TNI AU di Bandung, sekarang dirawat di Rumah Sakit Atturot Godean Sleman, Yogyakarta, karena syok setelah mendengar suaminya tewas dalam kecelakaan itu.
"Istri Didik sedang hamil delapan bulan dan kini dirawat di Rumah Sakit Atturot Godean Sleman," kata Sunarsih, kerabat almarhum Pratu Didik Kurniawan di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (7/4).
Sunarsih bersama keluarga korban lainnya menjemput jenazah korban di Base Ops Lanud Adisutjipto. Dwi Lestari terpaksa tidak bisa menjemput jenazah suaminya, termasuk kedua orangtua Didik, Haryadi dan Rusmiati.
"Didik terakhir pulang pada Maret untuk mengikuti upacara tujuh bulanan istrinya yang hamil anak pertama," kata dia.
Firasat kepergian Didik dialami Haryadi, orangtuanya yang berprofesi sebagai pemecah batu. "Menurut Haryadi, waktu dia memecah batu, kaki terkena pecahan batu hingga terluka dan ketika dia sedang mengiris sesuatu, tangannya ikut teriris," kata Sunarsih.
Ternyata itu firasat akan perginya Pratu Didik Kurniawan dalam kecelakaan pesawat Fokker 27. "Atas permintaan keluarga jenazah Pratu Didik Kurniawan akan dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Kasuran, Margomulyo, Seyegan, Sleman," katanya.
Pihak TNI AU sebelumnya berencana memakamkan jenazah Didik di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusumanegara Yogyakarta, tetapi keluarga minta dimakamkan di pemakaman keluarga dengan pertimbangan memudahkan ziarah.
Sementara itu, Saliyo, kerabat Prada Ibnu Setiawan, mengatakan, Ibnu baru bertugas di jajaran TNI AU sekitar dua tahun.
"Keluarga tidak mendapat firasat apa pun sebelum terjadi kecelakaan itu. Ibnu belum beristri dan keluarga juga minta dimakamkan di pemakaman keluarga di Prambanan, Sleman," katanya.
Suasana penyambutan jenazah korban kecelakaan Fokker 27 TNI AU disambut jeritan histeris oleh keluarga korban.
Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh jenazah korban kecelakaan pesawat Fokker 27 tiba di Base Ops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa sekitar pukul 09.15 setelah diterbangkan dari Lanud Halim Perdanakusumah Jakarta.
Jenazah sebelumnya dibawa melalui jalan darat dari Lanud Husein Sastranegara, Bandung, ke Lanud Halim Perdanakusuma kemudian diterbangkan ke Lanud Adisutjipto, Yogyakarta.
Setibanya di Lanud Adisutjipto, ketujuh jenazah tersebut diserahkan oleh Wadan Korps Paskhas TNI AU Kolonel (Psk) Harbin Onde kepada Danlanud Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Hari Mulyono.
Ketujuh jenazah yang tiba di Lanud Adisutjipto Yogyakarta itu adalah Lettu Wahyu Nanik Sardi, Pratu Didik Kurniawan, Prada Heru Kustanto, Prada Ibnu Setiawan, Prada Dedi Jati Kuncoro, Pratu Darmanto, dan Pratu Ari Purwanto.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang