JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi kuartal I tahun 2009 bisa mencapai lebih dari 4,6 persen. Ini berarti lebih tinggi dibandingkan proyeksi Bank Indonesia (BI) yang hanya 3-4 persen sepanjang tahun 2009 .
Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani Indrawati, di Gedung Depkeu, Jakarta, Selasa (7/4).
"Kalau kita lihat dari proyeksi selama ini kita sudah lihat dan sampaikan ke publik, tahun 2009 akan melemah. Pertumbuhan ekonomi kuartal pertama bisa 4,6 persen atau slightly bisa diatas itu," kata Menkeu.
Menkeu mengatakan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menunjukkan level konsumsi yang masih cukup kuat. Pertumbuhan konsumsi meningkat seiring masa kampanye dan Pemilu yang tengah berlangsung. Hampir semua partai politik mengeluarkan dana secara masif yang langsung diguyurkan dalam berbagai aktivitas.
"Masa pemilu yang masih akan berlanjut sampai pilpres bulan Juli ini, akan menimbulkan dampak positif. Itu sedikit banyak mempengaruhi pola pertumbuhan konsumsi dalam negeri," tuturnya.
Menkeu menyebut, pertumbuhan konsumsi yang diprediksikan BI turun menjadi 4,1 persen dinilai kurang sesuai dengan tren kenaikan PPN.
Selain itu, pada bulan Februari, dampak penurunan BBM juga masih dirasakan, kenaikan gaji pegawai negeri, TNI Polri sebesar 15 persen dan gaji guru yang naik 15 persen serta tambahan tunjangan fungsional yang tinggi akan memicu konsumsi.
"Jumlah guru yang pegawai negeri dan non pegawai negeri, mendapatkan tunjangan yang relatif cukup banyak. Semua faktor ini kalau dikombinasikan dengan berbagai faktor pemilu dan tambahan stimulus, memungkinkan pertumbuhan konsumsi kita ada di level diatas BI," ujarnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang