JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau para gubernur di seluruh Indonesia untuk melawan segala kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan umum.
Hal itu dikemukakan Presiden Yudhoyono dalam dialog interaktif jarak jauh dengan gubernur di seluruh Indonesia yang dilakukan di Istana Negara Jakarta, Rabu.
Para Gubernur berada di Kantor Polda daerahnya masing-masing. "Mari kita cegah jangan sampai betul-betul ada kecurangan. Jangan mau pemilu di daerah Saudara dianggap curang," kata Presiden.
Presiden meyakini bahwa tidak ada satu pun pihak dalam jajaran pemerintahan, termasuk kepala daerah, yang berniat untuk menggagalkan agenda menyukseskan pemilu yang telah disepakati bersama. "Ada isu pemilu akan curang, mari kita jawab dengan meniadakan kecurangan di seluruh Indonesia," katanya.
Ia mengatakan, dalam pemilu sistem multipartai saat ini peluang terjadinya kecurangan sangat kecil karena setiap parpol mempunyai kewajiban untuk mengawasi proses jalannya pemilu.
Presiden menegaskan, pemerintah, terutama jajaran Polhukham, akan mencegah semua perilaku yang mengarah pada situasi anarkis yang bisa menimbulkan kerusuhan. "Baru 11 tahun lalu keadaan keamanan kita buruk, ada peristiwa Mei 1998. Jangan sampai kerja keras seluruh pihak mengembalikan situasi keamanan dan stabilitas di Tanah Air menjadi sia-sia," katanya.
Dalam dialog interaktif jarak jauh dengan para gubernur, Presiden menerima laporan kesiapan penyelenggaraan pemilu yang disampaikan langsung oleh delapan gubernur, yaitu Gubernur Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Papua, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
Hampir semua gubernur menyatakan kesiapan daerahnya dalam menyelenggarakan Pemilu besok.