Presiden: Jangan Ada yang Curang

Kompas.com - 08/04/2009, 11:19 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengimbau para gubernur di seluruh Indonesia untuk melawan segala kemungkinan terjadinya kecurangan dalam pelaksanaan pemilihan umum.
    
Hal itu dikemukakan Presiden Yudhoyono dalam dialog interaktif jarak jauh dengan gubernur di seluruh Indonesia yang dilakukan di Istana Negara Jakarta, Rabu.
    
Para Gubernur berada di Kantor Polda daerahnya masing-masing. "Mari kita cegah jangan sampai betul-betul ada kecurangan. Jangan mau pemilu di daerah Saudara dianggap curang," kata Presiden.
    
Presiden meyakini bahwa tidak ada satu pun pihak dalam jajaran pemerintahan, termasuk kepala daerah, yang berniat untuk menggagalkan agenda menyukseskan pemilu yang telah disepakati bersama. "Ada isu pemilu akan curang, mari kita jawab dengan meniadakan kecurangan di seluruh Indonesia," katanya.  
    
Ia mengatakan, dalam pemilu sistem multipartai saat ini peluang terjadinya kecurangan sangat kecil karena setiap parpol mempunyai kewajiban untuk mengawasi proses jalannya pemilu.
    
Presiden menegaskan, pemerintah, terutama jajaran Polhukham, akan mencegah semua perilaku yang mengarah pada situasi anarkis yang bisa menimbulkan kerusuhan. "Baru 11 tahun lalu keadaan keamanan kita buruk, ada peristiwa Mei 1998. Jangan sampai kerja keras seluruh pihak mengembalikan situasi keamanan dan stabilitas di Tanah Air menjadi sia-sia," katanya.
    
Dalam dialog interaktif jarak jauh dengan para gubernur, Presiden menerima laporan kesiapan penyelenggaraan pemilu yang disampaikan langsung oleh delapan gubernur, yaitu Gubernur Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, Papua, Bali, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Barat.
    
Hampir semua gubernur menyatakan kesiapan daerahnya dalam menyelenggarakan Pemilu besok.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau