JAKARTA, KOMPAS.com — Kondisi nilai tukar rupiah yang belum stabil menjadi bumerang bagi konsumen lemari es atau kulkas di Indonesia. Saat Pemerintah mulai menghapus pajak pertambahan nilai barang mewah (PPnBM) untuk kulkas kapasitas 180 liter dan 230 liter per Februari 2009, harga barang elektronik ini malah naik.
Misalkan saja yang dialami PT Sharp Electronics Indonesia. Pabrikan ini baru saja menaikkan harga jual kulkas kapasitas 180 liter dan 230 liternya sebesar 15 persen. Gara-garanya, penghitungan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS membuat harga barang naik sebesar 25 persen. Akan tetapi, karena ada kebijakan penghapusan PPnBM sebesar 10 persen, kenaikan harga menjadi 15 persen.
"Selama nilai tukar rupiah stabil, penurunan harga bisa dirasakan konsumen," ujar Iffan Suryanto, General Manager Sales Marketing Sharp Electronics Indonesia kepada KONTAN (7/4).
Saat ini Sharp menggenggam 33 persen pangsa pasar kulkas nasional dengan angka penjualan sebanyak 750.000 unit selama tahun 2008.
Tak berbeda jauh dengan Sharp, pabrikan kulkas asal negeri ginseng, LG, juga mengeluhkan hal yang sama. Menurut Budi Setiawan, Direktur Penjualan LG Electronics Indonesia, sampai saat ini belum ada pengaruh penurunan PPnBM terhadap peningkatan penjualan kulkas LG. "Mungkin nanti ketika harga rupiah sudah stabil kami akan mengalami kenaikan penjualan yang signifikan," tutur Budi. (Aprillia Ika/Kontan)