JAKARTA, KOMPAS.com — Menggunakan hak suara dalam pemilihan esok hari ternyata bukanlah prioritas bagi para pengungsi korban jebolnya tanggul Situ Gintung. Tak sedikit dari mereka yang lebih memilih untuk tidak menggunakan hak suara mereka.
Seperti dikatakan Heru (47), ia lebih memilih memikirkan di mana akan tinggal nantinya. "Memilih bukan prioritas bagi saya, rumah saya habis. Lebih baik memikirkan ke depan, ke mana saya akan tinggal," kata guru sebuah SMK ini.
Ia menambahkan, sampai saat ini belum ada pihak yang menjanjikan akan memberikan rumah baginya. "Coba ada yang janji memberikan rumah, pasti besok saya akan memilih," kata Heru.
Hal senada diungkapkan Reiza (27), ia belum memutuskan apakah besok akan mencontreng atau tidak. "Duh enggak mikirin deh besok mau nyontreng atau enggak, pikiran saya masih bingung," ujarnya.
Menurut Reiza, jika teman-teman dipengungsian datang ke TPS, ia akan ikut datang. "Lihat besok saja, kalau teman-teman datang, saya ikut. Kalau tidak ada yang datang, saya juga enggak datang," imbuh ibu dua anak ini.
Suara senada juga disampaikan oleh Dahlia (47). Warga RT 4 RW 8 ini juga tidak terlalu berantusias untuk datang ke TPS besok. "Sebenarnya malas juga datang ke TPS, jauh, capek kalau harus jalan ke sana, lebih baik tinggal di sini saja," tutur wanita yang saat ini mengungsi di Wisma Kertamukti ini.
Selain itu, ujar Dahlia, ia juga tidak tahu harus memilih parpol ataupun caleg yang mana. Ia hanya mengetahui dari televisi jika kertas suara yang ada saat ini lebih besar dari pemilu sebelumnya. "Belum pernah lihat kertas suara, cuma denger saja kalau kertas suaranya lebih besar. Nanti bingung atau enggak ya waktu milih," ujar Dahlia.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang