Habis Nyontreng Ya Jalan-jalanlah...

Kompas.com - 08/04/2009, 16:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Sepanjang masa liburan panjang Pemilu-Paskah pekan ini, penumpang kereta api diperkirakan melonjak sekitar 30 persen, dari 28.000 penumpang per hari menjadi 36.000 penumpang per hari.

Tidak bisa disebutkan, apakah banyak warga yang memilih berlibur daripada menggunakan hak pilihnya dalam Pemilu 2009. Sebab, mereka bisa saja ke luar kota setelah nyontreng. Ada juga warga pendatang yang justru pulang kampung untuk nyontreng.

Kepala Humas Daerah Operasi (Daop) I Jakarta PT KA Ahmad Sudjadi, di Jakarta, Rabu (8/4), menyatakan, PT KA tidak akan menambah jumlah gerbong untuk masa libur panjang kali ini. Namun, kata Ahmad, pihaknya akan menambah rute kereta api.

KA kelas ekonomi Kertajaya jurusan stasiun Tanjung Priok Jakarta-Stasiun Pasar Turi Surabaya dipastikan beroperasi tanggal 13 April 2009 pukul 15.10. Semula, KA Kertajaya hanya dioperasikan dari Pasar Senen, Jakarta.

"KA Kertajaya semula dari Senen diperpanjang rutenya dari Priok sehingga tidak perlu tambah armada baru," ujarnya.

Selain itu, KA lokal tujuan Purwakarta-Cikampek juga akan beroperasi pukul 09.30 dan 16.20. Di samping itu, PT KA juga akan mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) Ekonomi AC tujuan stasiun Tanjung Priok menuju stasiun Bekasi. Uji coba KRL ini dilaksanakan Minggu (12/4), sekitar pukul 09.15.

"Kalau sudah selesai track-nya atau semua jalur, frekuensi akan ditambah," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau