Kasus Ludah Fabregas Berlanjut

Kompas.com - 09/04/2009, 05:59 WIB

LONDON, KOMPAS.com — Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) meminta Arsenal dan Francesc Fabregas untuk mengumpulkan bukti berkaitan dengan insiden ludah Fabregas. FA memberikan waktu seminggu bagi keduanya untuk merespons.

Insiden terjadi pada saat Arsenal dan Hull City bertemu dalam lanjutan Piala FA, 17 Maret silam. Saat itu, Fabregas tidak bermain karena cedera. Ia pun menonton pertandingan dari tribun penonton. Setelah pertandingan usai, ia turun ke lapangan dan sempat berpapasan dengan asisten pelatih Hull, Brian Horton.

Namun, dalam konferensi pers pascalaga yang dimenangi Arsenal 2-1 itu, Pelatih Hull Phil Brown menuduh Fabregas meludahi asistennya, Brian Horton. Menurut Brown, setelah pertandingan, Fabregas masuk ke lapangan dan meludahi Horton saat sedang berjalan ke lorong menuju ruang ganti.

Fabregas sudah membantah tudingan ini. Namun, Brown dan Horton ngotot dan memasalahkan hal ini ke FA sebagai pihak yang berwenang menyelidiki kasus ini. FA pun menerima dan akan menyelidiki tuduhan ini.

Brown dan Horton sudah memberikan kesaksian. Kini, FA beralih ke Arsenal dan Fabregas untuk memberikan keterangan. (SKY)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau