Seribu Umat Laksnakan Semana Santa

Kompas.com - 09/04/2009, 08:28 WIB

LARANTUKA, KOMPAS.com - Sekitar 1.000 umat Katolik dan peziarah pendatang dari luar daerah mengikuti misa pagi dan pemberkatan minyak suci, hari ini Kamis (9/4), di Gereja Katedral Reinha Rosari Larantuka, di Kabupaten Flores Timur. Misa yang dipimpin langsung Uskup Larantuka Mgr Fransiskus Kopong Kung Pr itu dimulai pukul 06.30 wita atau 05.30 WIB.

Jika di luar Kabupaten Flores Timur dan Lembata hari ini dilaksanakan pemungutan suara untuk pemilu legislatif, di dua kabupaten itu yang berada dalam lingkup Keuskupan Larantuka memang mengalami penundaan pada 14 April. Penundaan itu sehubungan dengan hari Kamis Putih, peringatan malam perjamuan terakhir Yesus Kristus bersama para muridNya sebelum Yesus disalib.

Peringatan Kamis Putih juga dalam rangkaian tradisi rohani Semana Santa, pekan suci perayaan Paskah, budaya dari Portugis yang telah dilakukan 400 tahun lebih secara turun temurun di Flotim hingga saat ini.

Namun dari misa pagi itu terlihat juga kursi-kursi yang disediakan pihak panitia Semana Santa di halaman depan, maupun samping gereja katedral banyak yang kosong. Umat hanya memadati dalam ruangan gereja. Jika umat penuh hingga luar gereja diperkirakan mencapai 3.000 orang. Hal itu diperkirakan peziarah dari luar Keuskupan Larantuka baru bergerak ke Flotim setelah mereka mencotreng di tempat pemungutan suara (TPS).

"Dari saya bertugas di sini sejak tahun 1995 pengunjung selalu berjubel mengikuti Semana Santa, termasuk misa pagi di Kamis Putih seperti sekarang. Tapi baru tahun ini terlihat penurunan pengunjung, mungkin karena bertepatan dengan pemilu," kata Kepala Unit Kerja Lapangan (KUKL) Kepolisian Resor Flores Timur Ajun Inspektur Satu I Nengah Lantika, Kamis, yang bertugas di dalam lingkungan gereja katedral.

Tradisi Semana Santa hari ini antara lain akan digelar pentakhtaan Patung Tuan Ma (Bunda Maria) dan Tuan Ana (Yesus Kristus) di dalam ruangan Kapela Tuan Ma dan Tuan Ana, dan pintu dua kapela itu akan dibuka untuk acara cium Tuan Ma dan Tuan Ana, serta memanjatkan syukur dan doa bagi umat peziarah.

Malam nanti juga akan digelar Misa Kamis Putih atau Malam Perjamuan Terakhir yang direncanakan dipimpin oleh Duta Besar Vatikan untuk Indonesia Mgr Leopoldo Girelli. Sedangkan pada puncak Semana Santa, Jumat Agung, hari wafatNya Yesus disalib akan digelar perarakan Tuan Menino, sebutan untuk kanak-kanak Yesus yang akan diantar dengan prosesi laut atau Anta Tuan dari Pantai Kota Rowido ke Pantai Kuce, di Istana Raja Larantuka.

Kemudian prosesi penghantaran Tuan Ma dan Ana dari kapela ke gereja katedral, lalu pada Jumat malam dilakukan prosesi iman keliling kota Larantuka dengan menyinggahi armida-armida, tempat perhentian yang melukiskan perjalanan Salib Yesus.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau