Beberapa Atlet Top Juga Tak Bisa "Nyontreng"

Kompas.com - 09/04/2009, 12:33 WIB

SEMARANG, KOMPAS.com — Sejumlah atlet yang masuk pelatnas Program Atlet Andalan (Pal) terpaksa tidak menggunakan hak pilihnya saat mencontreng pada Pemilu 2009, Kamis, karena harus melakukan latihan untuk tampil berbagai event nasional dan internasional dalam April 2009.
     
Pelari asal Jateng, Suryo Agung, kini menjalani pelatnas PAL di  Jakarta, sedangkan pejudo Kresna Bayu sedang menjalani pelatnas di Samarinda, Kaltim. Suryo Agung Wibowo mengatakan, dirinya tidak bisa menggunakan hak pilihnya di kampung halamannya di Banjarsari, Solo, karena harus melakukan persiapan tampil pada kejuaraan atletik Jatim Open (18-19 April 2009 di Sidoarjo), tampil di Thailand Open (26 April 2009), serta Grand Prix di China dan Hongkong (20, 23, dan 27 April 2009).
     
"Saya dan dua teman satu kamar dari Padang dan NTB juga tidak bisa menggunakan hak pilihnya karena sedang melakukan persiapan tampil pada event-event tersebut," kata peraih medali emas SEA Games 2007 nomor lari 100 dan 200 meter.
     
Sebenarnya, kata dia, dirinya bersama teman-temanya memang ada kesempatan untuk menggunakan hak pilihnya di Jakarta, tetapi pemberitahuannya sangat mendadak. "Lima hari lalu, saya diberitahu bahwa saya bisa menconteng di Jakarta tetapi harus ada surat pengantar dari daerah asal," katanya.
     
Menurut dia, dirinya harus balik ke Solo untuk mengurus itu semuanya dan belum tentu selesai dalam sehari. "Daripada ribet dan saya harus konsentrasi latihan, ya terpaksa tidak menggunakan hak pilihnya," katanya.
     
Pejudo nasional asal Jateng, Kresna Bayu, yang dihubungi secara terpisah mengatakan, sebenarnya keinginan menggunakan hak pilih pada pemilu ini sangat besar, tetapi karena situasi dan kondisi seperti ini tentunya tidak bisa.
     
Apalagi, kata pejudo yang beberapa kali tampil membela Indonesia pada SEA Games, Asian Games, dan olimpiade, dirinya bersama atlet dari cabang bela diri sedang mempersiapkan diri tampil pada Asian Martial Art (AMA) di Bangkok, Thailand, 25 April hingga 3 Mei 2009.
     
Untuk cabang olahraga judo, kata dia, akan digelar 28-29 April 2009. "Sebagai warga negara, tentu saya ingin menggunakan hak pilihnya, tetapi sekarang ini saya juga sedang mengemban tugas negara. Kalau misalnya pelatnasnya digelar di Jateng, tentunya saya tetap akan mencontreng," katanya.
     
Sementara itu, pelari putri andalan Jateng, Trianingsih tetap menggunakan hak pilihnya pada Pemilu 2009 karena berada di Salatiga. "Saya baru saja mencentang di TPS 28 Blotongan Kota Salatiga," kata peraih dua medali emas SEA Games 2007 nomor lari 5.000 dan 10.000 meter.
     
Mereka berharap Pemilu 2009 menghasilkan pemimpin yang lebih memerhatikan olahraga. "Menang sekarang ini perhatian terhadap olahraga sudah baik tetapi ke depan perlu lebih ditingkatkan lagi baik presiden maupun anggota dewan," kata Trianingsih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau