Pemilu di Samarinda Amburadul dan Bermasalah

Kompas.com - 09/04/2009, 18:22 WIB

SAMARINDA, KOMPAS.com — Pelaksanaan pemungutan suara Pemilihan Umum 2009 pada Kamis (9/4) di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, amburadul dan bermasalah. Ada surat suara calon Anggota DPRD Kota Samarinda tertukar antardaerah pemilihan, pemungutan suara tertunda hingga harus diulang di lain hari, dan ditemukannya praktik politik uang.

Surat suara yang tertukar terjadi di TPS 13, 15, 16, dan 21 Kelurahan Selili, Kecamatan Samarinda Ilir. Surat suara untuk calon anggota DPRD Samarinda tertukar dengan daerah pemilihan Samarinda Utara. Pemungutan suara sempat tertunda 3 jam. KPU Samarinda tidak membatalkan sekitar 110 surat suara calon Anggota DPRD Samarinda yang telanjur dipakai, tetapi akan dibuat berita acara penghitungan suara.

Kondisi berbeda terjadi di TPS 04 Kelurahan Lempake, Kecamatan Samarinda Utara. Surat suara tertukar dengan yang untuk Kecamatan Samarinda Seberang. Kebijakan di sini berbeda karena pemungutan suara khusus untuk calon Anggota DPRD Samarinda akan dilakukan ulang pada Sabtu (11/4).

Pemungutan suara tertunda akibat tertukarnya surat suara juga terjadi di Kelurahan Temindung, Kelurahan Jawa, dan Kelurahan Makroman. Yang diulang cuma di Kelurahan Lempake, kata Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Samarinda Asmadi Asnan.

Selain masalah itu, Panwas Pemilu Samarinda masih menanyai lima orang tersangka praktik politik uang di TPS 02 Kelurahan Karangmumus. Kelima orang itu mengaku dibayar Rp 50.000 untuk memberikan hak pilih dengan modal surat pemberitahuan C4 milik orang lain.

Asmadi mengatakan, satu berinisial BS dari Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan. Dua berinisial RD dari Malang, dan MS dari Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau