Umat Katolik NTT Padati Gereja

Kompas.com - 10/04/2009, 08:49 WIB

KUPANG, KOMPAS.com — Umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang, NTT, Jumat (10/4) pagi, memadati gereja-gereja untuk mengikuti prosesi Jalan Salib, mengenang kisah sengsara Yesus Kristus sampai akhirnya wafat di kayu salib.
    
Dari Larantuka, ibu kota Kabupaten Flores Timur di ujung timur Pulau Flores dilaporkan, umat Katolik setempat mulai turun ke laut untuk mengikuti perarakan Patung Tuan Menino (patung kanak-kanak Yesus) dari Pantai Kota Rewindo menuju Pantai Kuce di depan Istana Raja Larantuka.
    
Puluhan perahu motor yang dipadati para peziarah akan ikut serta dalam prosesi laut tersebut atau orang Larantuka menyebutnya "Anta Tuan". Sebelum arca Tuan Menino digelar, terlebih dahulu diawali dengan doa oleh ribuan umat Katolik di Kapela Tuan Menino di Pantai Kota Rewindo. Perarakan lewat laut tampak semarak, tetapi sangat sakral.
    
Ketika Patung Tuan Menino tiba di depan Istana Raja Larantuka di Pantai Kuce, arca kanak-kanak Yesus itu selanjutnya diarak untuk ditakhtakan pada armida (tempat perhentian) Tuan Menino di Pohon Sirih.
    
Pada saat itu, Patung Tuan Ma (Bunda Maria) pun diarak dari kapela-Nya menuju Gereja Kathedral Reinha Rosari di jantung Kota Larantuka. Pada sore hari sekitar pukul 15.00 Wita, barulah digelar perjalanan prosesi mengelilingi Kota Larantuka dengan menyinggahi delapan buah armida.
    
Armida-armida yang disinggahi itu adalah Armida Missericordia, Armida Tuan Meninu (armada kota), Armida St Philipus, Armida Tuan Trewa, Armida Pantekebi, Armida St Antonius, Armida Kuce, dan Armida Desa Lohayong.
    
Urutan armida ini menggambarkan seluruh kehidupan Yesus Kristus mulai dari ke Allah-Nya (Missericordia), kehidupan manusia-Nya dari masa bayi (Tuan Meninu), masa remaja (St Philipus) hingga masa penderitaan-Nya sambil menghirup dengan tabah dan sabar seluruh isi piala penderitaan sekaligus piala keselamatan umat manusia.
    
Tradisi religi keagamaan itu sudah berlangsung selama ratusan tahun lamanya, yang dimulai dari perayaan Kamis Putih sehingga pelaksanaan pemilu legislatif di daerah pemilihan Flores Timur akhirnya digeser waktu pelaksanaannya pada 14 April 2009 karena bertepatan dengan perayaan Kamis Putih.
    
Di wilayah keuskupan lainnya di NTT dan belahan dunia lainnya, tradisi semacam itu tidak ada, tetapi hanya dilaksanakan dalam bentuk ibadah di gereja-gereja untuk mengenang perjamuan malam terakhir antara Yesus Kristus dengan murid-murid-Nya sebelum wafat di kayu salib pada Jumat.
    
Umat Katolik di luar Larantuka hanya melakukan prosesi Jalan Salib biasa pada Jumat pagi dan akan dilanjutkan dengan upacara liturgis, mencium patung Yesus, pada sore harinya sekitar pukul 15.00 Wita di masing-masing gereja.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau