Kantor KPU DIY Dijaga Ketat Polisi

Kompas.com - 10/04/2009, 10:20 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Jumat (10/4) pagi ini Kantor KPU DIY di Jalan Ipda Tut Harsono Yogyakarta mendapat penjagaan ketat aparat. Penjagaan tidak hanya dilakukan oleh petugas berpakaian dinas, tetapi juga berpakaian preman.

Lokasi penjagaan tidak hanya difokuskan di dalam pagar KPU, tetapi juga di ruas jalan dan sejumlah perempatan yang berdekatan dengan Kantor KPU. Di halaman KPU telah disiagakan dua unit mobil watercanon dan kawat berduri.

Kepala Poltabes Yogyakarta Komisaris Besar Agus Sukamso mengatakan, pihaknya menerjunkan 600 personel dari Polda DIY, Poltabes, dan Satuan Brigadir Mobil.

Penjagaan ketat ini dilakukan menyusul dibatalkannya rencana pemilu susulan bagi 525 warga Papua di Yogyakarta yang disampaikan KPU tadi malam.

Dalam keterangan pers-nya, Ketua KPU DIY Any Rohyati mencabut pernyataan yang ia sampaikan pada Kamis sore di depan sekitar 100 warga Papua yang berunjuk rasa di depan Kantor KPU.

Dalam pernyataan lisan itu KPU menyatakan akan mengadakan pemilu susulan yang akan dilakukan pukul 11.00-12.00. Any sendiri beberapa menit lalu datang ke KPU dengan pengawalan ketat polisi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau