KPU Belum Siapkan Tim Hukum

Kompas.com - 10/04/2009, 17:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hingga saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum menunjuk tim hukum, untuk menghadapi ancaman gugatan yang bakal dilakukan sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) karena pemilu yang dianggap kacau.

Bahkan, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary menanggapi santai ancaman sejumlah LSM tersebut yang bakal melakukan gugatan. Menurutnya, semua pihak diharapkan bisa berpikir lebih jernih dan melihat secara total. Artinya, KPU sudah berusaha semaksimal mungkin agar pemilu berjalan lancar.

"Semua tenaga dan pikiran kita curahkan untuk pemilu, biar berjalan sukses. Kalau ada yang masih belum beres, itu kan bagian dari pernik-pernik kegiatan itu semua. Tapi persentasenya kan kecil," katanya, Jumat (10/4).

Meski begitu, Hafiz mempersilakan masing-masing pihak yang merasa tidak puas dengan hasil tersebut ke jalur hukum karena itu merupakan hak semua pihak yang harus dihormati.

"Itu hak mereka. Kalau mau menggugat ya silakan saja. Tapi kan mestinya harus berpikir secara jernih, terhadap persoalan yang ada sekarang ini. Yang jelas, KPU sudah berusaha semaksimal mungkin," ucapnya.

Ditanya apakah akan menyiapkan tim hukum yang akan menghadapi gugatan, menurut Hafiz, hingga saat ini, pihaknya belum berpikir ke arah itu. Semuanya bakal diselesaikan biro hukum KPU itu sendiri, apalagi pada Pemilu 2004, biro hukum yang ada yang menangani setiap adanya gugatan tersebut. Dengan demikian, jika ada gugatan terhadap hasil pemilu tersebut, maka hal itu sudah dipercayakan kepada biro hukum.

"Biro hukum yang ada sekarang ini kan yang menangani masalah Pemilu 2004 lalu. Jadi saat ini, masih kita percayakan kepada biro hukum yang ada," katanya. 
 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau