Minggu Depan, PPP Bahas Blok M dan Blok S di Rapimnas

Kompas.com - 10/04/2009, 21:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pernyataan Sekjen DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Irgan Chaerul Mahfiz yang menyatakan PPP lebih condong bergabung sebagai pendukung Presiden SBY pada Pilpres, langsung dibantah oleh salah satu Ketua DPP PPP Emron Pangkapi. Emron yang dikonfirmasi Persda Network, Jumat (10/4) menyatakan partainya baru akan membahas koalisi pada Rapimnas.

"Siapa capres yang akan PPP usung, haknya ada pada Rapimnas dan yang memiliki hak suara adalah DPW-DWP PPP seluruh Indonesia. Siapapun saat ini memang boleh-boleh saja berwacana, tapi keputusan finalnya ada pada Rapimnas," ujar Emron. Ia mengatakan Rapimnas sedianya akan dilaksanakan pada 15 April. Dari Rapimnas tersebut akan diputuskan apakah PPP akan bergabung ke Blok M (Megawati) atau Blok S (SBY).

Sebelumnya, Sekjen DPP PPP Irgan Chaerul Mahfidz secara pribadi dirinya menyatakan ada kecenderungan partainya akan mendukung kembali Presiden SBY dalam pencalonannya sebagai capres di Pilpres mendatang. Hal ini diakuinya setelah melihat hasil perolehan suara sementara yang didapat oleh partainya.

"Alangkah naifnya andai PPP tidak melihat kecenderungan aspirasi rakyat tersebut terhadap Yudhoyono. Saya yakin bahwa 'akar rumput' PPP termasuk DPW dan DPC cenderung mendukung Yudhoyono kembali sebagai capres pada Pemilu Presiden 2009 yang akan datang," kata Irgan.

Apa yang dikatakan Irgan menurut Emron hanya wacana pribadi. "Kalau suara yang berkembang saat ini, para pengurus wilayah, sekitar 25 DPW PPP lebih cenderung mencari tokoh alternatif. Tokoh alternatif yang memiliki semangat perubahan, memiliki visi yang lebih dekat dengan PPP, nasionalisasi ekonomi dan pembangunan ekonomi kerakyatan," Emron menjelaskan.

"25 DPW cenderung meminta kepada DPP PPP mencari figur alternatif dan segera menetapkan sebuah koalisi yang lebih memiliki visi masa depan. Yang bisa memberi kehormatan dan nama baik Indonesia di masa mendatang. Kalau memang wacana-wacana yang berkembang, termasuk apa yang saya katakan, baru sebatas sikap pribadi saja, belum resmi," tegas Emron.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau