Ekspor Masih Menurun

Kompas.com - 11/04/2009, 07:24 WIB
BEIJING, KOMPAS.comEkspor China turun 17,1 persen pada Maret. Berarti sudah lima bulan berturut-turut ekspor China terus melemah. Demikian pernyataan Pemerintah China di Beijing, Jumat (10/4). Walaupun demikian, penurunan pada Maret ini tidak setajam penurunan Februari lalu.

Data dari bea cukai menunjukkan ada harapan bahwa dampak penurunan krisis global terhadap ekspor utama China tampaknya menurun. Akan tetapi, masih terlalu dini untuk mengonfirmasikan hal tersebut.

Ekspor China dapat menjadi salah satu indikator perekonomian global, pembelinya banyak berasal dari AS dan Eropa, negara yang sedang mengalami krisis.

”Jelas data tersebut menunjukkan ekspor tetap lemah. Namun, kejatuhan ekspor telah mengecil, itu merupakan tanda positif pada saat ini. Sulit menyatakan perbaikan itu akan menjadi tren ke depan karena masih banyak ketidakpastian,” ujar Jason Xu, ekonom pada China International Capital Corporation di Beijing.

Penurunan ekspor pada Maret lalu dengan total 90,29 miliar dollar AS mengikuti penurunan ekspor pada Februari sebesar 25,7 persen. Penurunan Februari ini merupakan penurunan terburuk dalam satu dekade terakhir.

Hal ini juga menunjukkan bahwa permintaan barang dari luar China masih berkurang karena krisis global.

Surplus perdagangan

Impor pada Maret turun 25,1 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya menjadi 71,73 miliar dollar AS. Angka ini membuat kenaikan surplus perdagangan Maret tahun ini sebesar 41,2 persen dibandingkan dengan tahun lalu. Nilainya naik menjadi 18,56 miliar dollar AS.

Masalah surplus perdagangan adalah hal sensitif. Mitra dagang China seperti AS menuduh surplus perdagangan China itu lebih disebabkan terlalu rendahnya kurs mata uang yuan.

Mesin ekspor masif China menurun sejak akhir tahun lalu karena krisis finansial global melanda. Sejak krisis, permintaan terhadap barang China yang dikenal sebagai ”pabrik dunia” terus menurun. Pabrik berorientasi ekspor di China bagian selatan dan timur banyak ditutup, menyebabkan tingkat pengangguran melambung tinggi. Setidaknya ada 25 juta pekerja migran dari kawasan terbelakang China yang biasanya memiliki pekerjaan di pabrik saat ini menganggur. Demikian data dari Pemerintah China bulan lalu.

Pemerintah China pada November lalu mengungkapkan paket stimulus senilai 580 miliar dollar AS untuk melawan krisis. Para ekonom mengatakan, paket stimulus tersebut telah mulai berdampak. Xu mengacu kepada faktor positif di luar China. ”Saat ini data konsumsi di AS memperlihatkan beberapa tanda positif. Saya rasa itu akan memberikan dukungan pada ekspor jangka pendek China,” ujarnya.

Akan tetapi, para eksportir belum keluar dari kesulitannya, ujar Wang Hu, analis pada Guotai Jun’an Securities di Shanghai. ”Walaupun penurunan tajam pada ekspor China tampaknya tidak akan terjadi lagi, tak berarti kinerja ekspor akan membaik dalam waktu dekat,” ujarnya.

Wang menambahkan, sekuritasnya memperkirakan pertumbuhan ekspor tidak akan kembali menjadi positif sebelum tahun 2010.

China melakukan serangkaian langkah untuk mendukung ekspor seperti meningkatkan potongan pajak ekspor dan menyediakan pendanaan perdagangan untuk industri yang tertekan krisis.

Para analis mengatakan, China akan perlu melakukan langkah lanjutan untuk melawan stagnasi pada jasa pengapalan. Namun, pemerintah tampaknya tidak dapat melakukan langkah agresif karena sebelumnya telah menyerukan melawan proteksionisme.

(AFP/Reuters/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau