Pertemuan Wiranto-Suryadharma Ali Ditunda

Kompas.com - 11/04/2009, 11:17 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Ketua Umum Partai Hanura Wiranto gagal mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PPP Suryadharma Ali.
     
Pertemuan itu sedianya akan digelar di salah satu kantor Wiranto yang berlokasi di Jalan Kota Bumi, Jakpus, Sabtu siang.

Sementara itu, belasan wartawan cetak maupun elektronik telah menanti pertemuan kedua elite politik itu. Sejumlah wartawan yang mencoba mencari konfirmasi tentang gagalnya pertemuan itu hanya mendapatkan jawaban bahwa pertemuan itu bukan gagal dan hanya ditunda saja waktunya.

Pada Jumat (10/4) malam, Wiranto juga mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri di kediaman mantan presiden tersebut di Jalan Teuku Umar.

Dalam pertemuan itu, baik Wiranto maupun Megawati sepakat perlu adanya penyikapan terhadap berbagai penyimpangan dalam pelaksanaan pemilu legislatif yang dilaksanakan pada 9 April lalu.

"Harus ada penyikapan yang lebih tegas khususnya yang diduga menjadi penyebab pemilu saat ini dianggap menyimpang, misalnya soal DPT (daftar pemilih tetap), laporan dari daerah yang menyatakan banyak orang yang mempunyai hak pilih ternyata tak bisa memilih, hingga ada orang yang seharusnya sudah meninggal namun terdaftar di beberapa daerah," kata Wiranto.

Dalam kesempatan itu Wiranto menyatakan bahwa penyikapan terhadap berbagai penyimpangan pemilu itu juga akan dikomunikasikan dengan partai-partai lainnya.

Pascapemungutan suara dan dilakukannya penghitungan cepat suara hasil pemilu, sejumlah elite politik mulai gencar lagi menjalin komunikasi politik mereka yang akan bermuara pada pembentukan koalisi politik untuk pencalonan presiden mendatang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau