CLBK, Perlukah Dianggap Serius?

Kompas.com - 11/04/2009, 13:55 WIB

KOMPAS.com — Anda bertemu seorang mantan pacar, dan segera menyadari bahwa Anda berdua masih menyimpan perasaan yang sama. Anda teringat kembali dengan masa-masa manis ketika bersamanya, tetapi juga mengkhawatirkan akan mengulang kesalahan yang membuat hubungan Anda dulu berakhir. Bagaimana mengetahui bahwa cinta lama yang bangkit kembali ini (CLBK) perlu dilanjutkan ke arah yang lebih serius, ataukah lebih baik kita melupakan masa lalu saja?

Bila Anda becermin kepada pengalaman orang lain, mungkin akan ada kelompok yang memilih untuk memberikan kesempatan kedua bagi seorang mantan. Bagaimana pun juga, setiap orang bisa melakukan kesalahan, dan patut dimaafkan. Namun kelompok yang lain mengambil pilihan kedua: jika seorang mantan telah menyakiti Anda, atau kepribadian Anda berdua memang tidak pernah bisa saling melengkapi, untuk apa mencobanya lagi?

Perpisahan yang dulu terjadi seharusnya telah memberi Anda waktu untuk berpikir apa yang salah dengan hubungan Anda saat itu. Inilah yang bisa dijadikan pijakan untuk membuat pilihan saat ini. Meskipun begitu, perlu Anda sadari bahwa tidak ada jaminan bahwa kesempatan kedua yang Anda berikan ini akan membuat hubungan menjadi langgeng. Bila masih ada keraguan untuk melanjutkan hubungan, pikirkan hal ini:
1. Seburuk apa situasi yang ditimbulkan akibat perpisahan dulu terhadap hidup Anda?
2. Apakah Anda melihat perubahan yang baik pada sikap mantan kekasih?
3. Apakah hidup Anda akan lebih baik bersamanya?

Bila Anda mampu menjawab semua pertanyaan tersebut dengan jujur, kini saatnya Anda berdialog dengan mantan kekasih mengenai kemungkinan untuk menjalin kembali hubungan yang sempat terputus. Pastikan:

Masih ada cinta di antara Anda. Apakah hanya Anda yang menginginkan hubungan ini, atau hanya dia yang masih merasakan cinta? Hubungan hanya akan terjadi bila diinginkan oleh kedua belah pihak. Jika Anda masih merasa belum yakin, artinya Anda masih membutuhkan waktu untuk memahami perasaan dan keinginan Anda. Hati-hati, jangan mencampuradukkan cinta dengan kebutuhan akan pasangan.

Atasi keraguan. Apa yang membuat Anda berpikir bahwa kali ini hubungan akan berhasil? Berpikirlah dengan jujur, karena keraguan akan menghancurkan semua usaha Anda. Pahami, keraguan apa yang Anda rasakan, dan cobalah untuk mengatasi hal tersebut lebih dulu. Jika Anda memutuskan untuk kembali bersama mantan, miliki keyakinan untuk dapat mengatasi keraguan yang ada.

Hadapi masalah Anda berdua. Bersediakah Anda dan mantan untuk saling memperbaiki diri, dan menghadapi masalah yang pernah Anda alami bersama? Ingatlah, bahwa Anda tidak mungkin meminta orang lain mengubah sifatnya. Akuilah bahwa Anda juga memiliki kesalahan yang menyebabkan putusnya hubungan. Apakah Anda terlalu pasif, posesif, tidak sensitif, tidak mau mendengarkan, atau tidak mampu berempati dengan mantan? Lalu pikirkan, apakah Anda dapat memberikan reaksi yang berbeda jika terjadi masalah seperti itu lagi? Bicarakan dengan pasangan, dan katakan apa yang dapat Anda lakukan untuk memperbaiki hal ini.

Komitmen. Mengakui bahwa Anda memiliki peran dalam masalah adalah bagian dari penyembuhan diri. Membangun kembali fondasi hubungan diawali dengan membuat komitmen untuk mengatasi masalah yang ada satu per satu. Hal ini membutuhkan waktu, sehingga Anda perlu belajar bersabar, namun tetaplah konsisten. 

Saat berdialog mengenai apa yang harus diubah dalam hubungan, cobalah untuk tidak saling mengkritik atau pun menyalahkan. Fokuslah pada apa yang menjadi tanggung jawab Anda, dan pastikan pasangan juga melakukan hal yang sama.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau