Menlu dan Mendag Berhasil Dievakuasi

Kompas.com - 11/04/2009, 16:11 WIB

JAKARTA,KOMPAS.com — Menteri Luar Negeri Hassan Wirajuda dan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu, Sabtu (11/4), berhasil dievakuasi dari hotel di Pattaya, Thailand, yang semula dijadikan tempat berlangsungnya KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur.

Hotel yang menjadi lokasi penyelenggaraan KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur itu diserbu para pengunjuk rasa yang menuntut Perdana Menteri Thailand Abhisit Vejjajiva mengundurkan diri dari jabatannya.

Juru Bicara Departemen Luar Negeri RI, Teuku Faizasyah, di Jakarta, Sabtu, mengatakan bahwa sejumlah anggota delegasi RI lainnya masih tertahan di Pattaya dan belum berhasil dievakuasi. "Bapak Menlu (Hassan Wirajuda) dan Ibu Mendag (Mari Pangestu) sudah dievakuasi dengan helikopter dari lokasi ke bandara U-Tapao dan selanjutnya, bersama Bapak Presiden, bertolak kembali ke Jakarta sore ini," kata Faizasyah kepada Antara.
 
Faizasyah mengungkapkan, delegasi Indonesia beranggotakan 10 orang yang mayoritas berasal dari Departemen Luar Negeri RI, termasuk Dirjen Kerjasama ASEAN Djauhari Oratmangun, belum berhasil dievakuasi dari Pattaya. "Mereka masih bertahan di sana, belum bisa keluar," katanya.

Menurut informasi yang diterimanya pada Sabtu sore, Faiza mengatakan bahwa ketegangan di sekitar lokasi KTT sudah mulai mengendur, setelah sebelumnya para pengunjuk rasa sempat masuk ke hotel tempat KTT akan berlangsung. "Tapi para pengunjuk rasa tidak mengancam para delegasi asing," ujarnya.

Faizasyah mengatakan, PM Thailand Abhisit Vejjajiva telah menyatakan bahwa KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur dihentikan dan meminta maaf kepada para delegasi negara-negara atas kondisi yang terjadi di negaranya sehingga mengganggu pelaksanaan KTT.

KTT ASEAN+3, yang akan mempertemukan kepala negara/pemerintahan 10 negara ASEAN dengan mitra-mitra mereka dari China, Jepang, dan Korea Selatan, dan kemudian akan diikuti oleh India, Australia, dan Selandia Baru dalam KTT Asia Timur, sebelumnya dijadwalkan akan berlangsung pada 11-12 April ini. "PM Thailand mengumumkan, KTT ditunda," kata Faizasyah.

Belum diperoleh informasi tentang jadwal pelaksanaan yang baru bagi KTT ASEAN+3 dan KTT Asia Timur. Presiden Yudhoyono telah memutuskan untuk kembali ke Jakarta pada Sabtu sore, setelah PM Thailand mengumumkan penundaan pelaksanaan KTT dengan alasan adanya gangguan keamanan akibat demonstrasi warga di dekat lokasi berlangsungnya KTT. Presiden Yudhoyono dan rombongan diperkirakan akan tiba di Jakarta pada pukul 18.15 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau