Hiddink: Jangan Bersantai-santai Lagi!

Kompas.com - 12/04/2009, 00:33 WIB

LONDON, KOMPAS.com - Pelatih Chelsea, Guus Hiddink, memperingatkan pemainnya untuk tidak mengulang kesalahan pada 20 menit terakhir duel lawan Bolton Wanderers. Kebobolan tiga gol dalam waktu kurang dari sepuluh menit jelas mengecewakannya.

Dalam duel di Stamford Bridge, Sabtu (11/4) malam, Chelsea sudah unggul 4-0 hingga menit ke-70. Namun, setelah pergantian dua pemain, "The Blues" langsung kebobolan tiga gol sebelum duel menginjak menit ke-80.

Hiddink menilai, timnya terlalu berpuas diri usai mencetak empat gol tanpa balas. Mestinya tidak demikian. Tim-tim Liga Inggris sudah terbiasa dengan mencetak banyak gol dan tak pernah puas dengan gol yang sudah mereka ciptakan. Namun, karena ketidakdisiplinan John Terry dkk, musuh hampir menyusul mereka.

"Sudah menjadi ciri khas sepak bola Inggris unggul 4-0 dan mencari gol kelima karena kami sedang berjuang mencari satu gol, tapi tiba-tiba kami sangat tidak teratur dan tidak bertahan baik, gelandang dan penyerang juga, dan kebobolan tiga gol dalam sembilan menit," komentarnya.

Hiddink juga membantah bahwa gol beruntun dari tim tamu merupakan dampak dari taktiknya menarik Didier Drogba dan Frank Lampard. Hiddink menilai, pergantian itu sudah dipikirkan masak-masak dan semestinya tim tidak terpengaruh oleh pertukaran pemain tersebut.

"Tentu saya juga berpikir tentang (keputusan) saya sendiri. Namun, jika Anda unggul 4-0 hingga 20 menit sisa, dan tidak mempertahankan posisi penting dengan pergantian pemain, maka saya tidak memikirkan akibatnya. Kami terlalu santai," lanjutnya.

Hiddink melihat timnya hampir menyerah setelah unggul banyak gol. Jika timnya tidak berjuang keras, mungkin Bolton akan mencetak gol penyamakedudukan. Karena itu, Hiddink tak mau para pemainnya mengulangi kesalahan serupa saat menjamu Liverpool di leg kedua perempat final Liga Champions, Selasa (14/4) nanti.

"Kami telah berbicara kepada para pemain, jika kamu melawan (tim) besar, kamu tidak boleh melakukan seperti ini lagi. Kami tak boleh melakukannya lagi," kata pelatih asal Belanda itu.

Chelsea mengantongi keunggulan 3-1 pada leg pertama di Anfield, Rabu (8/4) silam. Jika mereka kebobolan tiga gol tanpa balas, tiket yang sudah separuh digenggam terpaksa diberikan kepada "The Reds".

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau