Valentino Rossi Akui Kesalahannya

Kompas.com - 13/04/2009, 13:52 WIB

DOHA, KOMPAS.com — Valentino Rossi mengaku, penundaan pelaksanaan GP Qatar ke Senin (13/9) malam tidak lepas dari kesalahan yang dilakukannya sebelum lomba.

Hujan lebat yang mengguyur sirkuit Losail membuat panitia mengundurkan pelaksanaan GP Qatar dari Minggu (12/4) menjadi Senin (13/4). Juara dunia asal Italia, Valentino Rossi, yang akan memulai lomba dari urutan kedua menanggapi hal ini dengan santai.

"Anda tahu, kesalahannya adalah kami sudah memasukkan tas kami ke mobil karena pesawat akan bertolak pada pukul 3.45 pagi. Inilah yang membawa kesialan karena ini baru pertama kali saya lakukan," kata Rossi sambil tertawa. "Jadi, besok kami akan meninggalkan tas kami di kamar hotel, berlomba, kembali ke hotel, mengambil tas dan pulang."

"Tentu saja tidak ada yang senang tinggal di sini satu hari lagi. Namun, akan lebih buruk bila kami tinggal di sini empat hari, tetapi gagal berlomba. Ini tentang uang, perolehan, juga kegagalan grand prix pertama muism ini," ungkap Rossi. "Saya setuju untuk berlomba besok (Senin). Yang penting, panitia harus menjamin kondisi lintasan. Jadi, mereka harus membersihkannya. Bagi saya, lebih baik berlomba pada Senin ketimbang pulang."

Rossi memutuskan menolak berlomba karena diberitahu pebalap kelas 125 cc.  Pebalap tersebut mengatakan kepada juara dunia asal Italia itu bahwa air hujan yang mengenai kaca pelindung menimbulkan pantulan cahaya dan mengganggu pandangan si pebalap. "Itulah risiko berlomba pada malam hari. Dari awal kami sudah mengatakan jangan berlomba bila hujan turun," katanya. "Kita harus menunggu untuk esok hari. Lomba saat hujan tidak mungkin dilakukan karena akan mengganggu penglihatan."

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau