BEIJING,KOMPAS.com - Mata uang Asia menguat lagi. Kali ini, keperkasaan mata uang di kawasan regional dipimpin oleh rupiah yang menyentuh level tertinggi dalam dua bulan terakhir. Penguatan rupiah didorong oleh kemenangan Partai Demokrat yang dipimpin oleh Presiden Bambang Yudhoyono pada pemilu yang dilaksanakan pada 9 April lalu.
Selain itu, peso Filipina juga mengalami penguatan signifikan. Pasalnya, jumlah remiten yang dikirimkan oleh para migran yang bekerja di luar negeri mengalami kenaikan signifikan pada Februari lalu. Catatan saja, BusinessMirror melaporkan, setidaknya saat ini terdapat sekitar 221.000 pekerja Filipina di Timur Tengah pada tahun ini.
Selain kedua mata uang itu, dollar Taiwan juga mulai unjuk gigi. Hal ini dipicu oleh tingginya investasi luar negeri atas saham-saham di Taiwan. Kondisi ini memberikan sinyal kalau aset-aset di Asia mulai membaik.
“Adanya perbaikan di bursa saham mendongkrak mata uang Asia,” kata Jerry Yoshikoshi, Senior Economist Sumitomo Mitsui Banking Corp di Singapura.
Berdasarkan data yang dihimpun Bloomberg, rupiah sempat menguat 1,5 persen menjadi Rp 11.143 per dollar AS. Sementara, peso menguar 0,4 persen menjadi 47,840 dan dollar Taiwan menguat 0,2 persen menjadi 33,7270 dollar Taiwan. (Barratut Taqiyyah/Kontan)