JAKARTA, KOMPAS.com - Analis Danareksa Felicia Barus memutuskan untuk menaikkan prediksi pendapatan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sebesar 49 persen untuk 2009 dan 23 persen di 2010. Ada beberapa alasan yang mendasari Felicia terkait hal tersebut. Pertama, adanya penurunan prediksi biaya operasional sebesar 8 persen di 2009 dan 7 persen di 2010. Kedua, terkait penurunan biaya bunga yang harus dikeluarkan BUMI yang diprediksi hanya ajan berkisar 36 persen di 2009 dan 66 persen di 2010.
Sementara yang ketiga, adanya pajak yang lebih rendah sebesar 30 persen dari prediksi Danareksa sebelumnya sebesar 45 persen. Ketiga faktor tersebut dapat menutup kerugian akibat melorotnya harga batubara yang diprediksi akan mengalami penurunan sebesar 17 persen (2009) dan 20 persen (2010).
“Pajak yang dikenakan terhadap BUMI lebih rendah dari prediksi kami. Meski demikian, BUMI tidak akan dapat menikmati lahi keuntungan pajak yang besar di masa yang akan datang. Kami yakin, tingkat pajak akan normal di level 30 persen,” papar Felicia dalam hasil riset yang dirilis hari ini.
Sementara itu, utang BUMI pada akhir 2008 lalu memang mengalami kenaikan sebesar 105 persen setelah mengakuisisi Fajar Bumi Sakti dan Darma Henwa. “Ke depannya, saya melihat, utang BUMI akan terus merosot. Kami memprediksi, jumlah utang BUMI akan turun 59 persen pada akhir 2009 dan hanya sekitar 35 persen di 2010,” ungkapnya.
Dengan adanya latar belakang tersebut, Felicia memberikan rekomendasi buy dengan target harga Rp 1.200. (Barratut Taqiyyah/Kontan)