JAKARTA, KOMPAS.com — Liverpool akan datang ke kandang Chelsea dengan sebuah misi besar pada leg kedua perempat final Liga Champions, Rabu (15/4) dini hari WIB. "The Reds" tidak hanya menghadapi rasa percaya diri lawan, tapi juga harus menaklukkan catatan indah tuan rumah.
Tim mana pun, termasuk Liverpool, tahu betapa sulit meraih kemenangan besar di Stamford Bridge. Dalam rentetan laga di tempat ini, Arsenal menjadi tim terakhir yang bisa menang dengan catatan tiga gol. Itu terjadi pada 23 Maret 2003, dalam tarung ulang perempat final Piala FA, yang berakhir dengan skor 3-1.
Bagaimana dengan "The Reds"? Sejujurnya, kemenangan besar bukanlah hal yang akrab bagi Liverpool di lokasi tersebut. Benar bahwa "The Kop" telah mematahkan rekor tak terkalahkan pada 86 laga kandang "The Pensioners", September silam. Benar pula bahwa mereka pernah menang dalam pertarungan di Januari 2004. Dua-duanya berakhir dengan 1-0.
Masalahnya, menang dengan satu atau dua gol saja tidak cukup. Agar bisa lolos tanpa adu penalti, Liverpool harus unggul dengan selisih minimal tiga gol. Untuk syarat ini, lagi-lagi catatan benturan kedua tim tak berpihak pada tim tamu.
Pesta besar "The Kop" di kandang Chelsea terakhir kali terjadi pada Desember 1989, beberapa bulan sebelum Liverpool menjuarai Liga Inggris 1989/90. Hampir 20 tahun berlalu. Semenjak itu, "Si Merah" belum pernah mengulanginya.
Atas dasar hasil itu, pelatih Rafael Benitez pun mengakui bahwa peluang lolos jauh lebih kecil dibandingkan sang rival. "Saya katakan, mungkin peluangnya 85 persen untuk Chelsea dan hanya 15 persen untuk kami," ujar Benitez seusai kekalahan di Anfield.
Kegetiran itu terasa semakin lengkap dengan ketidakbugaran kapten Steven Gerrard. Pada laga pertama pekan lalu, Gerrard sebetulnya juga tak sepenuhnya fit. Itu memudahkan tugas Michael Essien mematikan gerak pemain Inggris tersebut di sepanjang permainan.
Gerrard memang bukan satu-satunya penentu kemenangan bagi "The Kop" dan itu terbukti saat Jamie Carragher dkk menang telak 4-0 atas Blackburn Rovers, Sabtu (11/4) lalu. Tanpa Gerrard sejak menit pertama, Liverpool tetap padu dan membahayakan lawan.
Kekompakan itulah yang akan menjadi keunggulan bagi benitez, sekaligus kewaspadaan bagi Hiddink. Hiddink percaya bahwa musuhnya kali ini bisa membalikkan keadaan, seperti ketika Liverpool menaklukkan AC Milan di final 2005. Tak henti-hentinya ia mengingatkan para pemain untuk berkosentrasi penuh pada laga kedua nanti.
"Tentu kami berada di posisi bagus, tapi jika kami pikir kami bisa melewati ini dengan mudah, maka kami sudah kalah sebelum bertanding," ujar pelatih timnas Rusia tersebut.
Lagi pula, lini belakang Chelsea saat ini bukan dalam formasi biasanya menyusul hukuman skors bagi John Terry. Ini bisa memacu semangat Fernando Torres mengobati luka pasukan Merah pada tragedi Hillsborough, yang akan diperingati sehari setelah duel tersebut.
"Itu akan membuat pertandingan tersebut semakin penting. Kami harus melakukan sesuatu untuk keluarga (korban) dan 96 korban tewas," tegas striker Spanyol itu.
Data dan statistik pertandingan:
Chelsea Vs Liverpool
Stadion Stamford Bridge, Selasa (14/4)
Siaran langsung RCTI, Rabu (15/4) pukul 01.30 WIB
Perkiraan line-up pemain:
Chelsea: Cech; Ivanovic, Carvalho, Alex, A. Cole; Essien, Kalou, Ballack, Lampard, Malouda; Drogba.
Liverpool: Reina; Arbeloa, Carragher, Skrtel, Aurelio; Mascherano, Alonso, Kuyt, Gerrard, Riera; Torres.
Rekor pertemuan Liga Champions:
Chelsea menang: 3
Imbang: 4
Liverpool menang: 2
Lima duel terakhir di Stamford Bridge:
26-10-2008 Chelsea 0 - 1 Liverpool (EPL)
30-04-2008 Chelsea 3 - 2 Liverpool (LC)
10-02-2008 Chelsea 0 - 0 Liverpool (EPL)
19-12-2007 Chelsea 2 - 0 Liverpool (Piala Liga)
25-04-2007 Chelsea 1 - 0 Liverpool (LC)