Bawa Heroin 2 Kg, Penumpang AirAsia Diringkus

Kompas.com - 14/04/2009, 11:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang penumpang pesawat AirAsia berinisial W dibekuk jajaran Direktorat IV Narkoba Bareskrim Polri di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Selasa (14/4) sekitar pukul 08.00. Lelaki berusia 30 tahun asal Serang, Banten, tersebut kedapatan membawa tak kurang dari dua kilogram heroin yang dikemas di dalam kantung plastik mirip kondom.

W yang datang dari Kuala Lumpur, Malaysia, tersebut sudah lolos dari pemeriksaan aparat di terminal kedatangan Bandara Cengkareng. Namun, akhirnya ia dibekuk justru saat sudah berada di luar pintu kedatangan bandara. Seluruh heroin yang dibawanya bernilai sekitar Rp 2 miliar.

Berdasarkan keterangan Ajun Komisaris Besar Lubis dari Bareskrim Polri yang memimpin proses penangkapan, W dibekuk menyusul proses pengamatan yang sudah lama dilakukan kepolisian. Menurutnya, kepolisian sudah lama melakukan pengamatan atas aktifitas pengiriman narkotika dari Afrika. "Inilah salah satu hasilnya meskipun sekarang pun masih perlu didalami," katanya.

W yang lebih banyak diam sempat berujar bahwa ia tidak tahu barang apa yang dibawanya itu. Ia mengatakan, seharusnya ia bertemu dengan orang yang akan mengambil barang tersebut di bandara, namun tak ada yang datang.

Saat ini W beserta barang bukti heroin dibawa ke Mabes Polri untuk pemeriksaan lebih lanjut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau