Rumah Raja Maluku Gelar Gebyar Kuliner

Kompas.com - 15/04/2009, 01:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.COM--Rumah Raja Maluku, sebutan untuk anjungan daerah Provinsi Maluku di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), dipercaya sebagai tempat penyelenggaraan acara "Gebyar Kuliner Nusantara" yang akan digelar pada akhir pekan ini.

"Rumah Raja Maluku mendapat kehormatan dan kepercayaan sebagai tempat untuk menyelenggarakan acara Gebyar Kuliner Nusantara, yang akan diikuti oleh tim dari berbagai provinsi di Indonesia, termasuk dari Maluku," kata Kepala Kantor Penghubung Pemprov Maluku di Jakarta Ibrahim Tuanaya saat ditemui di Jakarta, Selasa.

Ia menjelaskan, kepercayaan dan kehormatan itu berawal dari Surat Dirut TMII kepada Gubernur Maluku tertanggal 10 April 2009.

Permintaan TMII itu disambut baik dan Gubernur Karel Albert Ralahalu akan hadir sebagai tuan rumah.

Rencananya, Gubernur Ralahalu besarta isteri didampingi Dirut TMII Sugiono akan menyambut rombongan tamu penting yang akan menyaksikan acara tersebut, yakni Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, para duta besar negara sahabat dan tamu VIP lainnya.

"Gubernur dan isteri akan mengenakan pakaian daerah," kata Ibrahm.

Acara "Gebyar Kuliner Nusantara" berlangsung pada Sabtu, 18 April, mulai pukul 10.00 WIB.

Festival Indonesia

Gebyar Kuliner Nusantara merupakan salah satu dari serangkaian acara Festival Indonesia, yang digelar TMII untuk menyambut hari jadinya yang ke 34 tahun, pada 20 April.

Kegiatan festival berlangsung pada 18-26 April 2009, diikuti oleh tim dari seluruh provinsi di Tanah Air.

Selain Gebyar Kuliner Nusantara, Pemprov Maluku juga berpartisipasi mengikuti beberapa acara, di antaranya  Karnaval Budaya Nusantara, Gelar Citra Budaya Tradisional, Parama Budaya atau Natya Gita Nusantara.

Khusus untuk Gebyar Kuliner Nusantara, tim dari Maluku akan menghidangkan antara lain Jus Gandaria, buah khas Maluku, Talam Sagu atau Sagu Asar (bubur sagu dicampur gula merah dan kenari yang dibungkus daun talam) yang merupakan makanan ringan khas Pulau Buru, dan Laat (rumput laut) dari daerah Maluku Tenggara.

Untuk Natya Gita Nusantara, akan ditampilkan tim yang masuk 10 besar terbaik di ajang Parade Lagu Daerah Nusantara pada Desember 2008 dengan lagu berjudul O Maluku yang dibawakan oleh Ida Tomasoa. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau