JAKARTA, KOMPAS.com -
”Transparansi kepada penabung harus jelas sehingga nasabah tentunya akan memilih bank yang menguntungkan mereka,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad di Jakarta, Selasa (14/4).
Sejumlah bank membebankan biaya administrasi yang lebih besar ketimbang bunga yang diperoleh para penabung, khususnya penabung yang memiliki dana minim sekitar Rp 5 juta ke bawah. Akibatnya, nilai tabungan nasabah golongan ini bukannya bertambah, tetapi malah berkurang.
Wakil Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, nilai tabungan di bawah Rp 5 juta memang bisa berkurang. Soalnya, biaya administrasi tabungan sebesar Rp 10.000 per bulan. Adapun bunga yang diperoleh di bawah Rp 10.000 per bulan.
Tabungan adalah salah satu produk simpanan bank, selain deposito dan giro. Bunga tabungan lebih kecil dibandingkan deposito berjangka karena tabungan bisa ditarik kapan saja.
Karena merupakan dana murah, bank pun berlomba-lomba menarik minat masyarakat untuk menabung. Salah satu cara yang populer adalah dengan iming-iming hadiah. Namun, sebagian besar bank tidak transparan menjelaskan bahwa jika saldo tabungan di bawah Rp 5 juta, nilai tabungan nasabah bisa tergerus.
Padahal, jika diberi tahu, nasabah tentu bisa memilih produk lain atau bahkan bank lain yang lebih menguntungkan. Karena tidak ada transparansi, nasabah pun merasa terjebak mengingat untuk menutup tabungan pun, nasabah dikenai biaya.
Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, tabungan merupakan sumber dana yang efisien bagi bank. Semakin besar porsi tabungan dalam struktur dana pihak ketiga di perbankan, semakin besar pula margin keuntungan yang diraup bank.
Penerapan saldo minimal dan biaya administrasi yang lebih besar ketimbang bunga untuk tabungan bernilai kecil merupakan strategi bank mendorong nasabah agar terus menambah tabungannya. Dengan demikian, porsi tabungan yang dimiliki bank terus meningkat.
”Jadi, seyogianya para penabung harus aktif menaikkan saldo tabungannya agar imbal hasil bunga bisa dirasakan. Atau dananya direalokasikan ke deposito yang memberikan bunga lebih atraktif,” kata Ryan.
Ekonom BRI Djoko Retnadi mengatakan, selain untuk mendorong masyarakat meningkatkan saldo tabungannya, bank secara teknis juga memerlukan biaya administrasi untuk menutup pengeluaran teknologi informasi, biaya pembangunan jaringan ATM, dan hadiah bagi undian penabung.
Perbankan juga kerap memanfaatkan para penabung kecil yang pada dasarnya memang memiliki posisi tawar lemah. Saat bunga deposito melonjak tajam di akhir 2008, bunga tabungan cenderung stabil. Namun, saat bunga deposito menurun, bunga tabungan pun ikut turun. Saat ini, kelompok bank BUMN hanya menawarkan bunga tabungan sebesar 2,91 persen per tahun.
Berdasarkan data BI, porsi tabungan terhadap total dana pihak ketiga pada perbankan nasional per Februari 2009 sebesar 27 persen dengan nilai nominal