Bank Harus Terbuka kepada Penabung Kecil

Kompas.com - 15/04/2009, 08:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Perbankan seharusnya lebih terbuka menjelaskan besaran suku bunga dan biaya administrasi kepada para nasabah, terutama kepada penabung kecil. Selama ini banyak penabung kecil yang belum tahu bahwa nilai tabungannya bisa saja berkurang.

”Transparansi kepada penabung harus jelas sehingga nasabah tentunya akan memilih bank yang menguntungkan mereka,” kata Deputi Gubernur Bank Indonesia Muliaman Hadad di Jakarta, Selasa (14/4).

Sejumlah bank membebankan biaya administrasi yang lebih besar ketimbang bunga yang diperoleh para penabung, khususnya penabung yang memiliki dana minim sekitar Rp 5 juta ke bawah. Akibatnya, nilai tabungan nasabah golongan ini bukannya bertambah, tetapi malah berkurang.

Wakil Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, nilai tabungan di bawah Rp 5 juta memang bisa berkurang. Soalnya, biaya administrasi tabungan sebesar Rp 10.000 per bulan. Adapun bunga yang diperoleh di bawah Rp 10.000 per bulan.

Dana murah

Tabungan adalah salah satu produk simpanan bank, selain deposito dan giro. Bunga tabungan lebih kecil dibandingkan deposito berjangka karena tabungan bisa ditarik kapan saja.

Karena merupakan dana murah, bank pun berlomba-lomba menarik minat masyarakat untuk menabung. Salah satu cara yang populer adalah dengan iming-iming hadiah. Namun, sebagian besar bank tidak transparan menjelaskan bahwa jika saldo tabungan di bawah Rp 5 juta, nilai tabungan nasabah bisa tergerus.

Padahal, jika diberi tahu, nasabah tentu bisa memilih produk lain atau bahkan bank lain yang lebih menguntungkan. Karena tidak ada transparansi, nasabah pun merasa terjebak mengingat untuk menutup tabungan pun, nasabah dikenai biaya.

Ekonom BNI Ryan Kiryanto mengatakan, tabungan merupakan sumber dana yang efisien bagi bank. Semakin besar porsi tabungan dalam struktur dana pihak ketiga di perbankan, semakin besar pula margin keuntungan yang diraup bank.

Penerapan saldo minimal dan biaya administrasi yang lebih besar ketimbang bunga untuk tabungan bernilai kecil merupakan strategi bank mendorong nasabah agar terus menambah tabungannya. Dengan demikian, porsi tabungan yang dimiliki bank terus meningkat.

”Jadi, seyogianya para penabung harus aktif menaikkan saldo tabungannya agar imbal hasil bunga bisa dirasakan. Atau dananya direalokasikan ke deposito yang memberikan bunga lebih atraktif,” kata Ryan.

Ekonom BRI Djoko Retnadi mengatakan, selain untuk mendorong masyarakat meningkatkan saldo tabungannya, bank secara teknis juga memerlukan biaya administrasi untuk menutup pengeluaran teknologi informasi, biaya pembangunan jaringan ATM, dan hadiah bagi undian penabung.

Perbankan juga kerap memanfaatkan para penabung kecil yang pada dasarnya memang memiliki posisi tawar lemah. Saat bunga deposito melonjak tajam di akhir 2008, bunga tabungan cenderung stabil. Namun, saat bunga deposito menurun, bunga tabungan pun ikut turun. Saat ini, kelompok bank BUMN hanya menawarkan bunga tabungan sebesar 2,91 persen per tahun.

Berdasarkan data BI, porsi tabungan terhadap total dana pihak ketiga pada perbankan nasional per Februari 2009 sebesar 27 persen dengan nilai nominal Rp 483,56 triliun. Porsi itu turun dibanding periode sama pada tahun lalu sebesar 29 persen.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau