Awas! Bawaslu Bukan "Badan Statistik Pemilu"

Kompas.com - 15/04/2009, 09:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Bawaslu atau Badan Pengawas Pemilu dikhawatirkan berubah fungsi menjadi Badan Statistik Pemilu menyusul tidak tegasnya lembaga ini dalam menindaklanjuti sejumlah pelanggaran, baik oleh parpol dan caleg sebagai peserta pemilu dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara pemilu.

Koordinator Lingkar Madani (Lima) Indonesia Ray Rangkuti mengungkapkan kekhawatirannya menyusul tindak-tanduk institusi tersebut yang mencatat dan merilis banyaknya pelanggaran pemilu, baik yang dikategorikan administratif, pidana, maupun lain-lain namun tindak lanjutnya masih minim.

"Saya khawatir Bawaslu ini jadinya Badan Statistik Pemilu yang mencatat pelanggaran berdasarkan statistik, bukan Badan Pengawas Pemilu," tutur Ray dalam diskusi terkait pengawasan pemilu kemarin.

Ray khawatir pada suatu titik masyarakat tidak lagi mendapati Bawaslu melakukan penanganan yang cukup berarti terhadap pelanggaran-pelanggaran tersebut. Padahal, ungkap Ray, Bawaslu harusnya berkoordinasi dengan jajarannya di daerah untuk menyelesaikan dan mencegah kemungkinan pelanggaran yang terjadi.

Sementara itu, anggota Bawaslu, Wirdyaningsih, mengatakan, Bawaslu terkesan lambat karena terus berupaya mengkaji dugaan pelanggaran dengan menemukan bukti dan data yang mendukung dengan kuat untuk dibawa ke Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Sentra Gakumdu). "Banyak hal yang harus kita kaji dulu," tututr Wirdyaningsih pada kesempatan yang sama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau