Wuih! Telepon Salah Sambung, Kegadisan Melayang

Kompas.com - 15/04/2009, 13:27 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Hati-hati jika menerima telepon dari orang yang tak dikenal. Bisa jadi malapetaka yang akan menghampiri Anda, seperti yang dialami seorang wanita muda berumur 16 tahun, sebut saja SS. Karena meladeni telepon dari orang tak dikenal, SS harus merelakan kegadisannya.

Kejadian itu bermula ketika SS memberikan alamat kepada lelaki yang belum pernah dijumpainya tersebut. Pada Senin lalu, tersangka (JS) akhirnya berkunjung ke indekos SS yang terletak di Jalan Karet Pedurenan, Gg H Sidiki Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Mereka kenalan lewat telepon. Lalu tersangka main ke rumah SS. Saat itulah korban lalu dibekap dan dilakban. Dia lalu dianiaya dan diperkosa," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol M Iriawan, saat dihubungi wartawan, Rabu (15/4).

Sebelum memerkosa, tersangka JS (22) menganiaya kepala, tangan, dan wajah. JS juga menggondol uang Rp 2 juta dan telepon genggam korban. SS ditinggal di indekosnya masih dalam keadaan terikat.

Wanita yang bekerja di sebuah kafe di Pancoran itu kemudian ditolong warga. JS sendiri ditangkap pada pukul 20.00 pada hari yang sama di rumah orangtuanya di Jalan Pulo Kecil Sunter Jaya, Jakarta Utara.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau