Candra Wijaya: Bulu Tangkis Nasional Krisis Pasangan Ganda Putra

Kompas.com - 15/04/2009, 18:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pebulu tangkis Candra Wijaya menilai dunia bulu tangkis Indonesia krisis pemain ganda putra. Sebagai bentuk kepedulian, Candra pun menggelar turnamen khusus ganda putra bertajuk "Candra Wijaya Men's Double Championship".

Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4), Candra mengatakan, regenerasi pasangan ganda putra Indonesia memprihatinkan. "Bisa disebut, setelah Markis Kido-Hendra Setiawan, kita tak memiliki ganda yang tangguh lagi seperti era 1990-an," ungkapnya.

Untuk mengatasinya, Candra menilai perlu adanya ajang yang bisa menjadi saluran kemunculan bibit-bibit pemain khusus ganda putra. Hal inilah yang memicunya mengusahakan penyelenggaraan "Candra Wijaya Men's Double Championship". Kejuaraan ini direncanakan berlangsung di Gedung Bulu Tangkis, Jakarta, 29 April-2 Mei, terbuka untuk pebulu tangkis U-16 dan U-19.

Karena mengusung tema regenerasi maka kejuaraan ini terbuka untuk pebulu tangkis U-16 dan U-19. Menurutnya, pada kelas inilah atlet harus mulai diasah dalam kompetisi dan dimatangkan untuk berprestasi.

Candra yakin, usahanya ini akan melahirkan pemain ganda potensial yang bisa mempertahankan dan meningkatkan reputasi bulu tangkis Indonesia, terutama di nomor ganda putra.

"Bisa disebut, kejuaraan ini adalah sesuatu yang baru di Tanah Air. Ini untuk kali pertama dalam sejarah bulu tangkis Indonesia ada kejuaraan khusus ganda. Untuk lebih memajukan perkembangan bulu tangkis Indonesia, memang diperlukan bermacam terobosan baru, termasuk lewat kejuaraan khusus ganda ini. Dengan terobosan ini, saya yakin akan lahir banyak pemain-pemain ganda potensial yang kelak bisa dikembangkan menjadi juara-juara dunia," papar Candra.

Untuk menarik minat peserta dan daya tarik, kejuaraan ini akan menampilkan sejumlah atlet nasional, seperti Taufik Hidayat, Flandy Limpele, Alvent Yulianto, Hendra Apriadi, dan Joko Riyadi.

Legenda bulu tangkis Indonesia juga akan turut hadir. Mereka adalah Ricky Soebagja, Rexy Mainaky, Sigit Budiaro, dan Candra sendiri.

Sejumlah atlet luar negeri, seperti dari Jepang, Malaysia, Singapura, India, dan Republik Ceska, juga akan mengikuti turnamen berhadiah total Rp 200 juta ini.

Selain itu, acara ini juga akan menjadi ajang penganugerahan penghargaan bagi empat legenda bulu tangkis ganda putra, yaitu Tjun Tjun, Johan Wahyudi, Christian Hadinata, dan Ade Candra.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau