BATAM, KOMPAS.com -
Imigran akan masuk melalui Malaysia. Saat ini di Malaysia jumlah imigran mencapai ribuan orang.
Ini merupakan masalah serius karena Malaysia menolak kehadiran imigran pemegang kartu pengungsi yang dikeluarkan Komisi Tinggi Urusan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Dirman Sukardi di Batam, Rabu (15/4), menyatakan, ”Hari ini ada dua imigran dari Sri Lanka yang masuk ke Batam melalui Malaysia. Salah satu memegang kartu pengungsi dari UNHCR di Malaysia.”
Dirman prihatin dengan masuknya imigran pemegang kartu UNHCR di Malaysia ke Batam. Ia menambahkan, berdasarkan informasi yang diperoleh, ada ribuan imigran dari Asia Selatan yang berada di Malaysia. ”Saya khawatir terjadi eksodus imigran, termasuk imigran yang sudah memegang kartu UNHCR,” ungkapnya.
Kepala Bidang Pengawasan dan Penindakan Keimigrasian Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Batam Yudi Kurniadi menambahkan, imigran pemegang kartu pengungsi dari UNHCR seharusnya difasilitasi oleh pihak
Imigran asal Sri Lanka pemegang kartu UNHCR, Sujay (28), mengungkapkan, meski memegang kartu tersebut, ia tetap ditangkap oleh polisi Malaysia. ”Saya tidak boleh kerja di Malaysia,” katanya.