Aksi Perompak Somalia Akan Terus Meningkat

Kompas.com - 16/04/2009, 06:22 WIB
 
 

NAIROBI, KOMPAS.com - Aksi perompakan terhadap kapal-kapal yang lewat di lepas pantai Somalia diperkirakan masih akan marak hingga dua pekan ke depan. Hal tersebut dimungkinkan karena kondisi ombak di sekitar Teluk Aden dan lepas pantai Somalia saat ini relatif tenang. Demikian disampaikan para pakar perkapalan, Rabu (15/4) di Mombasa.

”Ombaknya rendah sekarang ini dan kondisi itu sangat menguntungkan para perompak,” kata Andrew Mwangura dari organisasi Program Bantuan Pelaut Afrika yang berbasis di Mombasa, Kenya.

Para perompak Somalia telah membajak sedikitnya 10 kapal pada April saja. Pada tiga bulan pertama tahun 2009, aksi perampokan relatif tenang. ”Para perompak sedang semangat-semangatnya belakangan ini. Kita belum mencapai ketenangan dari aksi perompakan. Kita masih berada di lingkaran yang menanjak dan ini bisa terjadi hingga dua atau tiga minggu ke depan,” kata Nick Davis, pakar keamanan maritim yang menjalankan sebuah perusahaan swasta berbasis di Inggris.

Pada hari Selasa (14/4), para perompak Somalia membajak lagi dua kapal barang dan sempat menembaki dua kapal lainnya. Dua kapal yang berhasil mereka kuasai adalah MV Irene EM milik Yunani dan MV Sea Horse, kapal berbendera Togo.

Aksi mereka menunjukkan bahwa para perompak itu tidak gentar dengan dua misi penyerbuan yang dilakukan beberapa hari lalu oleh pasukan khusus AS dan Perancis, yang menewaskan lima anggota perompak. Para perompak bahkan telah menegaskan akan membalas operasi militer AS dan Perancis.

Komandan pasukan NATO Alexander Fernandes mengatakan, kapal perang Portugal Corte-Real telah menerima panggilan darurat sebelum dini hari, Selasa, dari kapal Irene EM yang berbendera Granada dan St Vincent. ”Hanya tiga menit sinyal tanda bahaya muncul, lalu pembajakan terjadi. Mereka menyerang pada malam hari, satu hal yang sangat tidak biasa. Mereka menggunakan sinar bulan yang cukup terang,” paparnya.

Kementerian Perdagangan Laut Yunani mengatakan, kapal Irene EM beranggotakan 22 awak warga negara Filipina.

Beberapa jam kemudian, beberapa pejabat NATO di Corte-Real mengatakan, kapal berbobot hampir 5.000 ton bernama MV Sea Horse juga dibajak sekitar 143 km di lepas pantai Somalia.

Dua lolos

Dua upaya perompakan lain, yaitu terhadap Safmarine Asia, kapal berbendera Liberia yang berbobot 21.887 ton, dan kapal berbendera AS, Liberty Sun, tidak berhasil. Meski sempat ditembaki dengan senapan otomatis, bahkan granat, Safmarina Asia berhasil meloloskan diri.

Liberty Sun juga sempat ditembaki, tetapi segera mendapatkan bantuan dari kapal perang AS, USS Bainbridge. Kapal yang mengangkut bantuan pangan AS dengan tujuan Mombasa, Kenya, mengalami kerusakan ringan akibat tembakan-tembakan perompak itu.

”Perompakan jauh lebih kompleks dibanding patroli angkatan laut apa pun. Dibutuhkan lebih dari sekadar penggunaan kekuatan untuk mencabut akar perompakan dari tanah Somalia,” kata J Peter Pham, analis dari Madison University, AS.

Para perompak Somalia telah menyerang lebih dari 130 kapal sepanjang tahun 2008 dan membajak hampir 50 di antaranya sehingga menimbulkan kekacauan di jalur pelayaran tersibuk di dunia itu. Saat ini mereka masih menahan sekitar 18 kapal dan menyekap sekitar 300 pelaut untuk meminta tebusan. Para perompak bisa mendapatkan satu juta dollar AS atau lebih untuk setiap kapal dan awaknya.(AP/AFP/Reuters/OKI)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau