Ekonomi AS Membaik

Kompas.com - 16/04/2009, 06:43 WIB
 
 

ATLANTA, KOMPAS.com - Gubernur Bank Sentral AS Ben Bernanke di Atlanta, Selasa (14/4), menyatakan bahwa angka terakhir mengenai perumahan dan belanja konsumen menunjukkan kecepatan kontraksi atau penurunan aktivitas pada perekonomian sudah berkurang.

Bernanke mengatakan perekonomian AS pun lebih baik dibandingkan dengan perekonomian negara lain selama krisis ini. Bernanke juga mengatakan bahwa langkah-langkah khusus yang dilakukan Bank Sentral untuk mendukung pasar perumahan juga memberikan hasil.

”Belakangan ini kita melihat pertanda tentatif bahwa penurunan perekonomian, yang sempat tajam, mungkin sudah bisa dikatakan telah melemah penurunannya. Data penjualan perumahan, misalnya, demikian pula pembangunan rumah baru dan belanja konsumen, termasuk penjualan kendaraan bermotor baru, sudah mulai terjadi,” demikian pidato Bernanke di Morehouse College, Atlanta.

Beberapa data terakhir menunjukkan bahwa penurunan perekonomian sudah agak mereda. Akan tetapi, data pada Selasa lalu jauh dari menggembirakan. Data dari Departemen Perdagangan menyatakan bahwa penjualan ritel menurun 1,1 persen pada Maret, padahal sebelumnya diperkirakan akan naik 0,3 persen.

Bank Sentral AS juga telah menurunkan tingkat suku bunganya hingga 0 persen. Hal ini mendorong bank melakukan pengucuran kredit walau masih menderita kerugian besar.

Menjaga inflasi

Bernanke menyatakan, Bank Sentral akan mengubah arah kebijakan moneter jika dimungkinkan, untuk mencegah melambungnya tingkat inflasi. Dalam keadaan krisis, lazim dilakukan peluncuran kebijakan yang mempermudah penyaluran pinjaman. Namun, dalam keadaan ekonomi membaik, dilakukan pengetatan uang beredar untuk mencegah terjadinya tekanan inflasi.

”Bank Sentral dipastikan akan menaikkan kembali tingkat suku bunga pada waktu yang tepat dan tidak akan membiarkan tingkat suku bunga terlalu rendah dalam jangka waktu yang terlalu lama. Hal itu dapat menimbulkan efek samping lain setidaknya tingkat inflasi,” ujar Bernanke menjawab pertanyaan seorang mahasiswa.

”Kami memiliki sejumlah alat efektif yang akan membuat kita menyerap kelebihan likuiditas dan mulai menaikkan tingkat suku bunga pada waktu yang tepat,” ujar Bernanke.

”Hal itu bisa berupa penghapusan beberapa program khusus pinjaman. Tindakan ini akan dilakukan sebagai bagian dari strategi yang akan dilakukan segera, setelah perbaikan ekonomi mulai makin terlihat,” lanjut Bernanke.

Ekspor China membaik

Dari Beijing diberitakan bahwa kinerja ekspor membaik. Ini terlihat dari penampilan ekspor sepanjang kuartal pertama 2009 yang terlihat membaik. Hal ini adalah buah dari berbagai kebijakan yang mendorong ekspor.

”Kami yakin bahwa kinerja ekspor akan membaik secara perlahan, sebagaimana sudah mulai terlihat sepanjang kuartal pertama,” kata jubir Departemen Perdagangan China, Yao Jian, Rabu (15/4) di Beijing.

Ekspor pada Maret 2009 anjlok 17,1 persen dibandingkan dengan ekspor Maret 2008. Namun, angka kemerosotan Maret ini lebih rendah dari kemerosotan 25,7 persen pada Februari 2009, dibandingkan dengan Februari 2008. Kemerosotan ekspor Februari 2009 adalah yang terburuk dalam sepuluh tahun terakhir.

Yao mengatakan, penurunan ekspor terjadi karena menurunnya permintaan luar negeri, ketiadaan fasilitas pembiayaan perdagangan, dan proteksionisme global seiring dengan terjadinya krisis.

Untuk mendorong ekspor, Pemerintah China akan membantu perusahaan skala menengah dan kecil. Hal itu antara lain dilakukan dengan memberi bantuan perluasan jaringan, termasuk promosi merek-merek produk ekspor dari jenis usaha ini.

Lembaga perbankan, perusahaan asuransi, juga akan didorong memberi fasilitas pembiayaan. (Reuters/AFP/MON/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau