Diffuser Legal, Tim Elite F1 Kelabakan

Kompas.com - 16/04/2009, 21:30 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan Banding FIA menyatakan bahwa pemakaian double decker diffuser tak menyalahi aturan alias legal. Akibatnya, tim-tim elite Formula 1 (F1) mulai kelabakan karena harus membenahi diri secepat mungkin agar tak tertinggal dari tiga tim yang sudah memakai peranti tersebut.

Saat ini, Brawn GP, Toyota, dan Williams yang telah menggunakannya. Ternyata, hasil yang diraih pada dua seri perdana sangat memuaskan karena mereka berjaya dan selalu menempatkan pebalapnya di atas podium. Bahkan, Brawn GP menjadi sangat dominan karena dua kali menjadi juara.

Tak mau tertinggal jauh dari "tim gurem" tersebut, beberapa tim raksasa F1 mulai berbenah meskipun sudah tertinggal satu langkah. Ya, pada klasemen sementara pebalap maupun konstruktor, Brawn GP, Toyota, dan Williams berada di atas Ferrari, McLaren, dan Renault yang pada musim-musim sebelumnya sangat dominan.

"Mau tak mau, kami harus melakukan revolusi di mobil kami. Desain dasar mobil kami harus mengadopsi double decker diffuser itu, atau kami akan terus berada di belakang," ujar Team Principal Ferrari, Stefano Domenicali, dikutip dari autosport.

Ia pun menyebutkan, pengadopsian peranti baru itu bukan hal mudah. "Pastinya memerlukan waktu dan uang," kata Domenicali yang gusar lantaran timnya belum meraih satu poin pun dari dua balapan yang sudah digelar.

Kubu BMW Sauber pun menyuarakan kekecewaannya. Mario Theissen selaku Direktur BMW Motorsport bahkan memberikan warning terhadap keputusan tersebut.

BMW-Sauber merupakan salah satu dari beberapa tim untuk naik banding melawan desain double-decker diffuser yang kemudian dinyatakan legal. Selain Ferrari dan BMW, masih ada Red Bull yang ngotot menganggap desain tersebut tak sesuai regulasi balapan 2009. Tak ingin semakin tertinggal, BMW, sama seperti Ferrari, juga akan membuat desain ulang diffuser.

"Kami akan menerima keputusan dari pengadilan banding (FIA). Namun, itu tak mencapai pengurangan downforce dan kecepatan di tikungan yang dimaksudkan di dalam Overtaking Working Group ketika regulasi baru disusun. Pada saat yang sama, keputusan ini menunjukkan tujuh tim harus berinvestasi untuk melakukan modifikasi yang diperlukan untuk mobil mereka," kata Theissen sambil geleng-geleng kepala.

Diffuser menjadi bagian penting dalam pembicaraan setelah Brawn GP begitu dominan di dua balapan awal. Tim lain yang merasa iri coba mencari celah untuk menghentikan laju tim berbasis di Brackley (Inggris) tersebut.

Jika keputusan pengadilan banding mengatakan bahwa desain yang dipakai Brawn GP dkk ilegal, maka akan terjadi perubahan di klasemen pebalap dan konstruktor karena hasil mereka di dua balapan awal akan dicabut. Untungnya, mimpi buruk itu tak terjadi. (RIE)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau