JAKARTA, KOMPAS.com — Pengadilan Banding FIA menyatakan bahwa pemakaian double decker diffuser tak menyalahi aturan alias legal. Akibatnya, tim-tim elite Formula 1 (F1) mulai kelabakan karena harus membenahi diri secepat mungkin agar tak tertinggal dari tiga tim yang sudah memakai peranti tersebut.
Saat ini, Brawn GP, Toyota, dan Williams yang telah menggunakannya. Ternyata, hasil yang diraih pada dua seri perdana sangat memuaskan karena mereka berjaya dan selalu menempatkan pebalapnya di atas podium. Bahkan, Brawn GP menjadi sangat dominan karena dua kali menjadi juara.
Tak mau tertinggal jauh dari "tim gurem" tersebut, beberapa tim raksasa F1 mulai berbenah meskipun sudah tertinggal satu langkah. Ya, pada klasemen sementara pebalap maupun konstruktor, Brawn GP, Toyota, dan Williams berada di atas Ferrari, McLaren, dan Renault yang pada musim-musim sebelumnya sangat dominan.
"Mau tak mau, kami harus melakukan revolusi di mobil kami. Desain dasar mobil kami harus mengadopsi double decker diffuser itu, atau kami akan terus berada di belakang," ujar Team Principal Ferrari, Stefano Domenicali, dikutip dari autosport.
Ia pun menyebutkan, pengadopsian peranti baru itu bukan hal mudah. "Pastinya memerlukan waktu dan uang," kata Domenicali yang gusar lantaran timnya belum meraih satu poin pun dari dua balapan yang sudah digelar.
Kubu BMW Sauber pun menyuarakan kekecewaannya. Mario Theissen selaku Direktur BMW Motorsport bahkan memberikan warning terhadap keputusan tersebut.
BMW-Sauber merupakan salah satu dari beberapa tim untuk naik banding melawan desain double-decker diffuser yang kemudian dinyatakan legal. Selain Ferrari dan BMW, masih ada Red Bull yang ngotot menganggap desain tersebut tak sesuai regulasi balapan 2009. Tak ingin semakin tertinggal, BMW, sama seperti Ferrari, juga akan membuat desain ulang diffuser.
"Kami akan menerima keputusan dari pengadilan banding (FIA). Namun, itu tak mencapai pengurangan downforce dan kecepatan di tikungan yang dimaksudkan di dalam Overtaking Working Group ketika regulasi baru disusun. Pada saat yang sama, keputusan ini menunjukkan tujuh tim harus berinvestasi untuk melakukan modifikasi yang diperlukan untuk mobil mereka," kata Theissen sambil geleng-geleng kepala.
Diffuser menjadi bagian penting dalam pembicaraan setelah Brawn GP begitu dominan di dua balapan awal. Tim lain yang merasa iri coba mencari celah untuk menghentikan laju tim berbasis di Brackley (Inggris) tersebut.
Jika keputusan pengadilan banding mengatakan bahwa desain yang dipakai Brawn GP dkk ilegal, maka akan terjadi perubahan di klasemen pebalap dan konstruktor karena hasil mereka di dua balapan awal akan dicabut. Untungnya, mimpi buruk itu tak terjadi. (RIE)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang