Dennis Serahkan Jabatan di McLaren

Kompas.com - 17/04/2009, 07:04 WIB

LONDON, Kompas.com - Ron Dennis  mengundurkan diri sebagai eksekutif kepala  McLaren dan menyerahkan jabatannya kepada pimpinan tim, Martin Whitmarsh, kata tim Formula Satu itu, Kamis. Dennis akan fokus pada pada tim perusahaan otomotif tersebut, dengan tujuan meluncurkan mobil sport baru McLaren di tahun 2011.
    
Dennis (61), yang sudah terlibat dalam Formula Satu selama 43 tahun itu, mengambil alih sebagai pimpinan McLaren Racing tahun 1981, tetapi menyerahkan tanggung jawab itu kepada Whitmarsh awal tahun ini.
    
Meskipun Denis menghadiri grand prix pembuka musim, Grand Prix Australia, bulan lalu, ia kemudian memilih untuk tidak menghadiri balapan berikutnya di Malaysia,  yang pertama kalinya ia tidak hadir dalam balapan dalam  banyak tahun.
    
McLaren, tempat bernaung juara dunia Lewis Hamilton, baru-baru ini terlibat dalam kontroversi yang merusak setelah dituduh memberikan informasi palsu kepada para petugas balapan tentang taktik Hamilton di GP Melbourne, yang menghasilan hukuman terhadap pembalap Toyota, Jarno Trulli. "Saya menyerahkan peranan bos tim kepada Martin pada 16 Januari, pada hari peluncuranmobil baru Formula Satu kami," kata Dennis. 

"Pada hari itu saya ditanya beberapa kali apakah akan menghadiri Grand Prix Australia 2009. Seharusnya saya menghadirinya - meskipun buka sebagai orang yang bertanggung jawab atas Vodafone McLaren Mercedes.Memang, saya mengakui suatu perasaan yang aneh," kata Dennis.

"Balapann berikutnya, Grand Prix Malaysia, saya menyaksikannua di TV di UK (Kerajaan Inggris) - suatu aktivitas yang saya temukan secara mudah. Saya mengharapkan lebih emosional tentangnya, setelah terus menghadiri begitu banyak grand prix selama sekian tahun."

Dennis sejak lama mempunyai hubungan  kurang harmoni dengan Bos Formula satu, Bernie Ecclestone dan Presiden FIA, Max Mosley dan mengakuti ia tidak menubah caranya untuk mengusahakan hubungan baik dengan bos-bos olahraga tersebut. "Saya akui saya tidak selalu mudah meneruskan. Saya akuio saya selalu berjuang keras untuk McLaren di Fromula satu," katanya.

"Saya tidak tahu apakah Max Mosley atau Bernie Ecclestone akan tidak senang dengan keputusan saya. Tetapi, tidak seorang pun meminta saya untuk melakukannya. itu meruakan keputusan saya. Begitu pula, saya adalah arsitek pembangunan kembali McLaren Group ini, tidak ada seorangpun yang meminta saya. Itu adalah keputusan saya. Saya merasa begitu semangat tentang prospek bagi McLaren Group, dan  dan McLaren Automotive, dan tidak mempunyai rasa cemas tentang Martin akan melaporkan kepada dewan mengenai masalah-masalah yang berkaitan dengan Formula Satu," katanya.
    
Dennis pertama kali terlibat dalam Formula Satu pada usia 18 tahun, bekerja bersama pembalap Jochen Rindt di tim the Cooper Formula One sebelum tiga tahun bersama Brabham.  Tahun 1981 ia menguasai sepenuhnya McLaren, membangunnya menjadi perusahaan seperti sekarang ini. Walaupun krisis kredit global berpengaruh besar terhadap industri mobil, Dennis bertekad melanjutkan rencananya bagi mobil sport baru yang revolusioner.

Dennis menambahkan, "Dengan investasi tambahan yang direncanakan di perusahaan tersebut sebesar 250 juta pound, usul-usul yang diajukan untuk membuat fasilitas produksi mobil baru McLaren di Inggris, dan potensi untuk  tenaga terampil hingga 800 orang, perluasan McLaren Automobile akan menjadi investasi signifikan di industri otomotif Kerajaan Inggris."

Pada 1 Juni, Richard Lapthorne, yang sekarang ini menjabat ketua Cable and Wireless, akan diangkat menjadi  ketua non-eksekutif McLaren Group, dan direktur non-eksekutif McLaren Automotive.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau