Istri Tifatul Sembiring Dapat Kursi di DPRD Depok

Kompas.com - 17/04/2009, 14:45 WIB

DEPOK, KOMPAS.com — Istri Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring, Sri Rahayu Purwitaningsih, diperkirakan lolos menjadi anggota DPRD Kota Depok periode 2009-2014. "Ini merupakan amanah yang harus dijalankan," kata Sri Rahayu di Depok, Jumat (17/4).

Berdasarkan penghitungan suara secara real count oleh PKS yang sudah mencapai 87,9 persen, Sri Rahayu bersama Prihandoko dan Said lolos menjadi anggota DPRD Kota Depok untuk daerah pemilihan Cimanggis.

Sri Rahayu menegaskan, dengan terpilih menjadi anggota Dewan ia akan berjuang untuk kepentingan rakyat. "Kepentingan warga harus diutamakan," katanya.

Dikatakannya, ia akan menjadikan Kota Depok menjadi kota yang ramah terhadap anak dan menjadi tempat tumbuh kembang anak dengan baik. Selama terjun ke masyarakat, kata dia, ia banyak belajar dari masyarakat tentang kearifan lokal yang ada di masyarakat. "Kearifan tersebut merupakan pelajaran berharga," katanya.

Sri Rahayu terharu ketika mengunjungi sebuah wilayah di Kecamatan Cimanggis, Depok, yang belum dialiri listrik sehingga disebut kampung gelap. "Jumlahnya 13 KK (50 orang), sebelah kampung gelap tersebut berbatasan dengan lapangan golf Emeralda dan perumahan mewah," ujarnya.

Perolehan kursi PKS Kota Depok di DPRD tingkat II tersebut diperkirakan turun dari 12 menjadi 11 kursi.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau