Garuda Indonesia Hentikan Penerbangan Ke Darwin

Kompas.com - 17/04/2009, 20:36 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terkait penurunan penumpang dari beberapa kota di luar negeri akibat dampak krisis ekonomi global, maskapai Garuda Indonesia menghentikan penerbangan ke Darwin, Australia, mulai Jumat (24/4). Sementara itu, penerbangan ke Bangkok akan dikurangi frekuensinya dari tujuh kali menjadi tiga kali per minggu mulai Jumat (1/5).

"Selanjutnya, Garuda akan memanfaatkan pesawat yang semula terbang ke rute tersebut, untuk melayani rute-rute lain yang lebih prospektif dan menguntungkan," kata VP Corporate Secretary Garuda Indonesia, Pujobroto, Jumat (17/4) di Jakarta. Belum lama ini, Garuda membuka rute penerbangan: Yogyakarta - Singapura, Surabaya Hong Kong, Denpasar Hong Kong, Jakarta Malang, Jakarta Tanjung Karang, dan Jakarta Kendari.

Jumat (1/5), Garuda juga akan membuka rute penerbangan baru Jakarta Denpasar-Kupang, dan Jakarta-Jambi. Penerbangan Jakarta-Kupang akan dilayani setiap hari menggunakan pesawat Boeing 737, berangkat dari Jakarta pukul 10.40 WIB dan tiba di Denpasar 13.25 WITA berangkat lagi pukul 14.05 WIT dan tiba di Kupang pukul 15.05 WITA.

Sebaliknya, penerbangan dari Kupang berangkat pukul 15.45 WITA, tiba di Denpasar pukul 17.20 WITA, berangkat lagi pukul 18.00 WITA dan tiba di Cengkareng p ukul 18.45 WIB.

Penerbangan ke Jambi juga akan dilayani sekali sehari menggunakan pesawat Boeing 737; berangkat dari Jakarta p ukul 06.30 WIB dan tiba di Jambi pukul 07.40 WIB. Sementara dari Jambi berangkat pukul 08.15 WIB dan tiba di Jakarta pukul 09.30 WIB.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau