IMF Lebih Pesimistis

Kompas.com - 18/04/2009, 06:12 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Di tengah optimisme bahwa perekonomian di AS sudah mulai membaik, laporan dari Dana Moneter Internasional menyatakan bahwa krisis global masih akan panjang dengan pemulihan yang lambat dan sulit. Tidak ada seorang pun yang dapat lolos dari krisis.

”Lemahnya aliran dana dari perekonomian negara berkembang akan memukul Eropa Timur,” ujar Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan semesteran World Economic Outlook.

”Resesi saat ini tampaknya akan luar biasa panjang dan parah. Pemulihan akan sulit,” demikian diungkapkan lembaga multilateral itu. IMF tidak memberikan perkiraan kapan dimulainya pemulihan resesi global yang pertama terjadi dalam enam dasawarsa terakhir ini akan mulai.

”Memang ada beberapa pertanda bahwa tekanan ini sudah mulai berkurang,” ujar ekonom IMF, Stephan Danninger, di Washington, Kamis (16/4). Akan tetapi, dia mengatakan, perbaikan apa pun hanyalah mengurangi tekanan ekstrem saja.

Direktur Pengelola IMF Dominique Strauss-Kahn juga menyerukan pernyataan senada dengan prognosis tersebut. ”Tahun 2009 dipastikan akan menjadi tahun yang sangat suram. Kami memperkirakan pertumbuhan global akan menjadi negatif. Ini merupakan krisis global yang sesungguhnya, tidak ada seorang pun yang dapat luput,” ujarnya dalam pidatonya di National Press Club Washington.

IMF mengatakan, para penelitinya memerhatikan pola siklus bisnis pada 21 negara maju dari tahun 1960 hingga saat ini. Studi tersebut menemukan bahwa langkah mengucurkan stimulus fiskal efektif mengakhiri resesi. Adapun kebijakan moneter seperti pemangkasan pajak dapat memperpendek krisis, tetapi tidak terlalu efektif.

”Kebijakan yang terkoordinasi baik dari negara maju maupun berkembang diperlukan untuk mencegah kejatuhan yang lebih dalam lagi,” demikian laporan IMF tersebut.

Optimistis

Pandangan lebih optimistis datang dari AS dan Swiss. Jumlah orang yang menginginkan tunjangan pengangguran mencapai puncak pada awal April dan pembangunan rumah baru menurun bulan lalu. Akan tetapi, salah seorang pejabat tinggi Bank Sentral AS The Federal Reserve menyatakan dengan optimisme bahwa resesi akan berakhir.

”Hari ini, perekonomian masih sangat lemah, tetapi ada pertanda positif yang mendukung rasa optimisme,” ujar Gubernur Bank Sentral Atlanta Dennis Lockhart di New York, Kamis lalu.

Harga saham di Wall Street seolah mendapat angin segar dari laporan keuangan perusahaan yang membaik. Indeks Dow Jones naik 1,2 persen jadi 8.125.

”Saya tidak mengharapkan pemulihan cepat, tetapi saya berharap kontraksi ekonomi yang sedang kita alami memberikan peluang agar perekonomian dapat bertumbuh pada kuartal ketiga mendatang,” ujar Lockhart.

Senada dengan optimisme itu, para bankir di Swiss juga mengatakan bahwa perekonomian mereka sudah memasuki masa stabil walaupun mereka juga memperingatkan tahun 2010 masih akan merupakan tahun yang sulit.(Reuters/AFP/joe)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau