LAUSANNE, KOMPAS.com - Striker Werder Breman asal Peru, Claudio Pizarro, memenangkan pengadilan atas tuduhan pesta prostitusi. Kasus yang diajukan federasi sepak bola Peru itu dianggap kurang didukung bukti.
"Fakta-takta yang diajukan federasi sepak bola Peru dalam hubungannya dengan kasus Pizarro kurang didukung bukti yang kongkret," demikian pernyataan Pengadilan Tinggi Olahraga (CAS), dalam sidangnya, Jumat (17/4).
CAS juga menegaskan, insiden yang dilaporkan juga tak ada hubungannya dengan aturan kedisiplinan di federasi sepak bola Peru maupun FIFA.
"Saya sangat puas dan merasa senang. Kehormatan saya telah dikembalikan. Keluarga dan teman-temanku selalu mendukungku. Mereka tahu bahwa tuduhan itu semuanya bohong. Saya selalu mengatakan kebenaran," kata Pizarro, berbunga-bunga.
Pizarro dituduh pesta prostitusi setelah membela timnas Peru lawan Brasil yang berakhir 1-1, pada 18 November 2007. Namun, Pizarro membantahnya.
Atas tuduhan itu, federasi sepak bola Peru menghukumnya tampil di pertandingan internasional selama 18 bulan. Mereka juga mendenda Pizarro 80.000 dolar AS (sekitar Rp889,6 juta). Denda itu akhirnya dikurang menjadi 10,000 dolar AS (sekitar Rp111,2 juta). Hukumannya juga dikurangi menjadi 3 bulan.
Karena hukuman dan denda itu, Pizarro kemudian mengajukan banding ke CAS untuk membersihkan namanya dan menghapus hukumannya. Pemain Chelsea yang dipinjamkan ke Werder Bremen tersebut, sejak itu tak pernah lagi dipanggil timnas Peru.
Karena menang dalam pengadilan banding tersebut, hukuman dan denda kepada Pizarro secara otomatis dibatalkan.
"Aku ingin membela timnas Peru lagi. Tapi, di bawah orang-orang yang terlibat dalam penuduhan saya, terutama presiden federasi dan pelatih nasional, rasanya tak mungkin aku main di timnas. Kepercayaan diriku sudah mereka hancurkan. Pelatih sebenarnya tahu aku tak terlibat pesta prostitusi, tapi tak pernah mendukungku," sesal Pizarro.
Tiga hari setelah menuduh Pizarro, Peru kalah 1-5 dari Ekuador, tanpa diperkuat Pizarro. Peru juga kalah 0-6 atas Uruguay. Kini, Peru berada di urutan terbawah klasemen babak kualifikasi Piala Dunia 2010 Zona Amerika Selatan. Sudah main 12 dari 18 pertandingan yang dimainkan, peluang Peru ke Piala Dunia hampir pasti habis. (AP)
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang