Polisi Gagalkan Pemberangkatan 14 TKW Lombok

Kompas.com - 19/04/2009, 15:11 WIB

MATARAM, KOMPAS.com - Aparat Polres Mataram, NTB, menggagalkan pemberangkatan 14 orang TKW ke Malaysia yang proses rekrutmen dan pemberangkatannya secara ilegal, melalui Bandara Selaparang Mataram, Minggu.
     
Belasan TKW dari berbagai desa di Kabupaten Lombok Timur, hendak diberangkatkan Minggu (19/4) pagi melalui Bandara Selaparang Mataram, menuju Pulau Bali, namun digagalkan aparat kepolisian. Rencananya, setelah tiba di Denpasar, para TKW itu akan diberangkatkan ke Malaysia sebagai WNI yang berkunjung ke negara itu, kemudian dipekerjakan sebagai buruh perusahaan kayu lapis (plywood) di Serawak, Malaysia Timur.
     
Delapan dari 14 orang TKW itu sempat diangkut dengan mobil dari lokasi penampungan sementara di Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, namun tidak berhasil diterbangkan ke Bali karena dihalau aparat kepolisian yang bertugas di Bandara Selaparang.
     
Sedangkan enam orang TKW lainnya belum sempat meninggalkan lokasi penampungan sementara, sehingga semuanya digiring ke Mapolres Mataram bersama delapan orang rekan mereka yang dihalau di Bandara Selaparang.
     
Empat belas orang TKW itu didatangkan dari kampung halamannya di Lombok Timur oleh calo perempuan yang teridentifikasi bernama Kemah pada Sabtu (18/4) sekitar pukul 21.00 Wita dan tiba di lokasi penampungan sementara di Gunung Sari, Lombok Barat, sekitar pukul 23.00 Wita. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau