Kriteria Cawapres SBY Dinilai Terlalu Umum

Kompas.com - 19/04/2009, 18:16 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Lima syarat bagi calon wakil presiden (cawapres) yang akan mendampingi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam pemilihan presiden dan wakil presiden (pilpres) mendatang sudah diumumkan. Namun, kriteria yang diajukan sendiri oleh SBY ini dinilai pengamat terlalu umum dan tak bisa ditemukan dalam figur satu orang.

"Saya kira terlalu general, terlalu umum," ujar pengamat politik dari Universitas Airlangga Daniel Sparinga seusai diskusi "Peran dan Fungsi DPR, Harapan dan Kenyataan" di Pusat Tabulasi Nasional, hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Minggu (19/4).

Dijelaskannya, SBY mengumumkan lima kriteria tersebut karena ingin memperoleh figur cawapres yang ideal. "Yang jelas, dalam politik selalu ada kompromi sehingga apa yang disampaikan SBY itu bersifat tidak mutlak," ujarnya.

Menurut Daniel, kriteria yang diajukan SBY itu secara tidak langsung meminta kepada cawapres yang akan mendampinginya bisa memenuhi syarat tersebut. "Kalau pun orang tersebut tidak mencerminkan kriteria itu. Ini mencerminkan agar cawapres mau menjadi orang seperti itu," jelasnya.

Sebelumnya, SBY menjelaskan partainya sudah membentuk tim sembilan yang diketuai oleh Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo dengan tugas membangun komunikasi politik dengan partai lain untuk berkoalisi. Ia menyatakan cukup banyak partai yang sudah berkomunikasi dengan Partai Demokrat antara lain Partai Golkar, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Pelopor, dan Partai Damai Sejahtera (PDS).

Lima kriteria yang disampaikan SBY meliputi harus memiliki integritas kepribadian yang baik, yang ditandai oleh kekuatan moral, termasuk moral berpolitik. Syarat kedua, harus memiliki kapabilitas, ketiga, memiliki loyalitas harus sepenuhnya kepada presiden sebagai kepala pemerintahan dan bukan sebagai pribadi. Kriteria keempat dan kelima yakni harus bisa diterima oleh masyarakat luas dan cawapres harus meningkatkan kekokohan dan efektivitas dari koalisi yang terbangun pada pemerintahan berikut.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau