Pemutakhiran Data DPT Pilpres di Sumut Masih Belum Jelas

Kompas.com - 19/04/2009, 19:40 WIB

MEDAN, KOMPAS.com - Komisi Pemilihan Umum Sumatera Utara masih meragukan komitmen bantuan keuangan pemerintah daerah dalam memutakhirkan daftar pemilih tetap untuk pemilihan Presiden dan Wakil Presiden. Meski sudah ada rapat koordinasi bersama antara Pemerintah Provinsi Sumatera Utara, pemerintah kabupaten/kota dan Komisi Pemilihan Umum daerah, di Medan akhir pekan lalu, namun belum ada konsensus yang mengikat pemerintah daerah untuk memastikan kucuran dana bantuan pemutakhiran data pemilih.

Menurut Anggota Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara (Sumut) Divisi Penghitungan Suara dan Pemutakhiran Data, Turunan Gulo, rapat koordinasi bersama baru membahas usulan dan masukan untuk mengatasi kekacauan daftar pemilih tetap (DPT) dalam pemilu legislatif lalu. "Kami masih menunggu komitmen pemerintah daerah untuk memberikan bantuan dalam rangka pemutakhiran data pemilih. Belum ada kepastian pemerintah daerah akan memberi bantuan dana," ujar Turunan.

Dalam rapat koordinasi tersebut, Sekretaris Daerah Provinsi Sumut RE Nainggolan memang menyatakan akan berusaha mengkoordinir pemda se-Sumut agar memberikan bantuan dana dalam pemutakhiran DPT. Bantuan dana ini terutama diberikan karena ada usulan pendataan penduduk dilakukan secara pasif, yakni calon pemilih akan didatangi langsung aparat pemerintahan yang menjadi petugas pemutakhiran data pemilih (PPDP). Dana bantuan dari pemda akan digunakan sebagai honor bagi PPDP atau aparat pemerintah lain yang melakukan pendataan pemilih langsung ke rumah warga.

Menurut Nainggolan, bantuan bisa diberikan oleh APBD sejauh tidak ada duplikasi anggaran. Pemprov Sumut kata Nainggolan memiliki plafon dana tak terduga sebesar Rp 53 miliar yang antara lain bisa digunakan untuk membantu KPU memutakhirkan data pemilih.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau