Tersangka Pembunuh Belum Bisa Ikut UN

Kompas.com - 20/04/2009, 15:19 WIB

LAMONGAN, KOMPAS.com - Anshori (19) pelajar kelas 3 STM Bustanul Ulum, Tanjung Prigel, Lamongan, tidak bisa ikut Ujian Nasional di hari pertama, karena menyandang status tersangka.
    
Anshori adalah tersangka pelaku pembunuhan terhadap Ririn Hidayatus Sholikhah, (15), siswi SMK NU Lamongan yang terjadi Maret lalu. Saat ini Anshori mendekam di LP Kelas II C Lamongan.
    
Kepala LP Lamongan, Sanusi, Senin, mengatakan, Anshori belum mengajukan surat permohonan izin untuk mengikuti UN. Orang tua Anshori, juga belum ajukan permohonan surat perizinan kepada pihak sekolah.
    
Menurut Sanusi, sesuai prosedur, bagi pelajar penghuni LP yang ikut UN harus melayangkan surat izin dari kepala sekolahnya. "Saya sarankan kepada pihak orang tua untuk segera ajukan surat permohonan izin untuk mengikuti ujian susulan di LP. Bukannya kami  mempersulit, namun ini sudah aturan, malah kami telah menyediakan tempat khusus bagi pelajar yang ikut UN di lapas, tepatnya di ruang pembinaan, " katanya.
    
Untuk tim pengawas ujian, kata Sanusi, diserahkan kepada Dinas Pendidikan Lamongan. Sedangkan Kepala Dinas Pendidikan Lamongan, Mustafa Nur, mengatakan Anshori bisa mengikuti UN susulan. Apalagi sampai saat ini surat pengajuan untuk mengikuti UN, belum diurus oleh orang tua Anshori.
    
"Semestinya sebelum pelaksanaan ujian, pihak sekolah segera mengajukan surat permohonan izin kepada saya, tapi sampai saat ini saya belum menerima, apalagi Anshori sendiri masih terdaftar dalam peserta UN, " katanya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau