Obama Rangkul Musuh untuk Perkuat AS

Kompas.com - 20/04/2009, 15:45 WIB

PORT-OF-SPAIN, KOMPAS.com — Presiden Barack Obama menekankan, upayanya memperkuat pengaruh AS adalah dengan merangkul negara-negara yang selama ini dianggap sebagai musuh AS. Dalam kunjungan selama selama 4 hari di Amerika Latin, Obama ingin memastikan AS sebagai negara pemimpin dan bukan pendikte demokrasi.

Doktrin luar negeri Obama itu dimunculkannya dalam kunjungan ke wilayah yang masih menunjukkan penentangan terhadap AS. Dalam kunjungan tersebut, Obama disambut dengan senyum, jabat tangan bahkan sebuah hadiah dari pemimpin beraliran sayap kiri Venezuela, Hugo Chavez.

Obama juga berupaya merangkul hubungan baru dengan Presiden Kuba Raul Castro yang selama ini terisolir. Obama memastikan akan mencabut rintangan untuk membuka hubungan dengan negara-negara yang selama ini memusuhi AS. Saat merampungkan kunjungan di Trinidad dan Tobago, Obama menyebutkan peran penting Presiden Raul Castro untuk memperlancar pembenahan hubungan Kuba dengan AS.

Obama menjelaskan, Raul Castro seharusnya membebaskan seluruh tahanan politik, mendukung kebebasan demokrasi, serta memotong biaya yang dikenakan pada uang yang dikirim warga AS keturunan Kuba ke keluarganya. Obama telah mencabut beberapa pengekangan terhadap Kuba dan Raul Castro meresponsnya dengan upaya rekonsiliasi secara meluas.

"Raul Castro telah bersedia membuka dialog dengan AS tidak hanya untuk urusan embargo, tetapi juga masalah HAM, serta tahanan politik. Ini merupakan sebuah isyarat perkembangan positif," tegas Obama.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau