Golkar Jatim Usulkan Dua Opsi

Kompas.com - 20/04/2009, 18:10 WIB

MALANG, KOMPAS.com - Sebanyak 20 dewan pimpinan daerah (DPD) tingkat dua Partai Golkar se-Jawa Timur pada Senin (20/4) sore mengusulkan dua opsi terkait pemilihan presiden Juli 2009 mendatang. Usulan itu diharapkan dibawa dalam rapat pimpinan nasional khusus (rapimnassus) Partai Golkar 23 April mendatang.

Dua puluh DPD tingkat II Partai Golkar tersebut antara lain Kota Malang, Kabupaten Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Blitar, Kota Probolinggo, Kota Pasuruan, dan sebagainya. Mereka mengkalim mewakili 38 DPD Partai Golkar tingkat UU se-Jatim.

Rapat kali ini dihadiri 20 ketua DPD Partai Golkar se-Jatim. Harapannya ini mewakili seluruh suara grass root Partai Golkar di Jatim. "Kami sepakat mengusulkan bahwa kalau Golkar mengambil posisi sebagai calon presiden, maka kami usulkan Jusuf Kalla sebagai calon presiden. Namun kalau Partai Golkar mengambil posisi sebagai calon presiden, kami mengusulkan dua nama yaitu Akbar Tandjung atau Surya Paloh," ujar Ketua DPD Tingkat II Partai Golkar Kota Malang, R. Aries Pudjangkoro dalam jumpa persnya.

Dua nama terakhir yaitu Akbar Tandjung dan Surya Paloh menurut Aries diusulkan untuk disandingkan dengan mitra koalisi partai. Rapimnassus akan didorong berkoalisi dengan Partai Demokrat. "Harapan Golkar untuk bermitra dengan Partai Demokrat sebagai karena chemistry-nya memenuhi dari unsur warna kuning dan biru," ujar Aries.

Aries mengatakan bahwa usulan itu dibuat menyongsong rapimnassus Partai Golkar 23 April mendatang di Jakarta. Kota Malang dipilih sebagai lokasi rapat karena kota ini dinilai sebagai kota penengah antara Banyuwangi, Kediri, Trenggalek, dan sebagainya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau