JAKARTA, KOMPAS.com — Komisi Pemilihan Umum (KPU) meminta jajarannya di daerah, mulai dari KPU provinsi, kabupaten/kota, Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), hingga Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) waspada terhadap ancaman pembunuhan dari pihak-pihak yang tidak puas terhadap proses pemungutan dan penghitungan suara Pemilu 2009.
Peringatan ini disampaikan anggota KPU, I Gusti Putu Artha, di Gedung KPU, Selasa (21/4), menyusul kabar terbunuhnya Ketua KPPS di Sumenep, Madura, Jawa Timur.
"Kami mohon teman PPK atau KPPS untuk waspada dan ancaman sudah nyawa," ujar Putu di Gedung KPU. Putu mengaku telah menerima laporan bahwa Kepala KPPS di Sumenep dibunuh dan polisi sedang menelusuri duduk persoalannya.
Putu juga meminta bantuan kepolisian untuk mendeteksi dini titik rawan dalam tahapan pemilu yang mengancam keamanan penyelenggara KPU. "Kawan-kawan yang terancam bisa minta perlindungan polisi agar tidak terjadi," tutur Putu.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang